Medco Energi Perbesar Porsi EBT, Penjualan Listrik Tembus 2.323 GWh

Medco Energi Perbesar Porsi EBT, Penjualan Listrik Tembus 2.323 GWh
PT Medco Energi Internasional Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) secara konsisten memperluas porsi energi baru terbarukan (EBT) pada sektor ketenagalistrikan lewat entitas anak usahanya, PT Medco Power Indonesia.

Chief Operating Officer Medco Energi Internasional, Amri Siahaan menuturkan bahwa volume penjualan listrik Medco Power menembus 2.323 gigawatt-hour (GWh) hingga semester I-2026.

 Pencapaian ini terangkat 16,5 persen jika dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy).

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.733 GWh berasal dari pembangkit berbasis gas, sedangkan 590 GWh berasal dari energi terbarukan,” ujar Amri dalam paparan publik virtual, Rabu (9/8/2026).

Dengan demikian, sektor energi terbarukan memberi kontribusi sekitar 25 persen terhadap keseluruhan penjualan listrik Medco Power sampai semester I-2026. 

Sementara itu ditinjau dari sisi kapasitas pembangkit, porsi energi terbarukan sudah menyentuh 26 persen dari total kapasitas terpasang perseroan.

Amri menyampaikan, ekspansi energi bersih menjadi salah satu fokus utama perusahaan ke depan. Langkah tersebut seirama dengan komitmen perseroan terhadap aspek keberlanjutan, termasuk dalam pengelolaan emisi serta penerapan tata kelola perusahaan.

“Ke depan, kami berfokus menjaga pengelolaan emisi, tata kelola (governance), serta menjalankan komitmen keberlanjutan perusahaan,” paparnya.

Saat ini, portofolio kelistrikan MedcoEnergi mencakup pembangkit listrik tenaga gas, panas bumi, tenaga surya, hingga mini hidro. Untuk pembangkit berbasis gas, MedcoEnergi mencatatkan total kapasitas terpasang sebesar 578 megawatt (MW).

 Besaran kapasitas itu bersumber dari beberapa proyek anak usaha, seperti Riau Power, Energi Listrik Batam (ELB), Mitra Energi Batam (MEB), Dalle Energy Batam (DEB), Energi Prima Elektrika (EPE), dan Multidaya Prima Elektrindo (MPE).

Di lini panas bumi, kapasitas terpasang MedcoEnergi menyentuh 365 MW. Sumbangan terbesar dipasok oleh Sarulla Geothermal Power Plant dengan kapasitas 330 MW serta proyek panas bumi Ijen senilai 35 MW. 

Selain aset yang sudah beroperasi komersial, perseroan turut menyiapkan deretan proyek pengembangan panas bumi. Proyek-proyek itu mencakup penambahan kapasitas Ijen sebesar 75 MW, eksplorasi panas bumi Bonjol sebesar 60 MW, serta Samosir sebesar 40 MW.

Pada sektor tenaga surya, MedcoEnergi mengantongi kapasitas terpasang 51 MW. Angka ini dihimpun dari Sumbawa Solar PV sebesar 26 MW dan East Bali Solar PV sebesar 25 MW.

 MedcoEnergi juga sedang merancang pengembangan West Bali Solar PV berkapasitas 25 MW serta Bulan Solar PV yang berpotensi memiliki kapasitas hingga 600 MW.

Sementara itu, unit bisnis mini hidro MedcoEnergi memiliki kapasitas terpasang sebesar 18 MW. Total kapasitas tersebut berasal dari proyek Cibalapulang dan Pusaka yang masing-masing berdaya 9 MW.

Amri menjelaskan, pengerjaan berbagai proyek ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha MedcoEnergi pada sektor kelistrikan.

“Proyek-proyek tersebut berada pada tahap operasi, pengembangan, eksplorasi, dan pipeline, sehingga dapat memberikan jalur pertumbuhan yang bertahap dan terdiversifikasi,” imbuh Amri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index