IHSG Sesi I Naik 0,42 Persen ke 6.463, Asing Net Buy Rp77 Miliar

Kamis, 17 September 2026 | 14:25:00 WIB

UPDATEINDONESIA.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,42 persen ke level 6.463,61 pada perdagangan sesi I Kamis (17/9/2026). Penguatan terjadi meski The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75 persen-4 persen.

Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak di rentang terendah 6.418 dan tertinggi 6.500. Sebanyak 374 saham menguat, 234 saham melemah, dan 178 saham tidak bergerak.

Nilai transaksi tercatat Rp7,88 triliun dengan volume 16,90 miliar saham dan frekuensi 1,12 juta kali. Investor asing membukukan net buy tipis Rp77,54 miliar di seluruh pasar.

Sektor Energi dan Finansial Jadi Penopang

Mayoritas sektor perdagangan menguat, dipimpin energi, konsumer, dan finansial. BMRI, BYAN, DSSA, BBRI, dan CUAN tercatat sebagai penopang utama kinerja IHSG.

Bank Mandiri (BMRI) menjadi buruan terbesar asing dengan net buy Rp142,67 miliar. Posisi berikutnya ditempati Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp39,91 miliar dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp32,58 miliar.

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) juga diborong Rp30,80 miliar, sejalan dengan kontribusinya sebagai penopang indeks. Erajaya Swasembada (ERAA) menyusul dengan Rp28,53 miliar dan Jhonlin Agro Raya (JARR) Rp24,89 miliar.

Nilai transaksi asing di sesi I mencapai Rp4,07 triliun. Rinciannya, foreign buy Rp2,07 triliun dan foreign sell Rp2,00 triliun.

Tekanan Global Belum Surut

Kenaikan suku bunga The Fed merupakan yang pertama sejak Juli 2023. Kebijakan itu langsung mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi sejak 12 Agustus 2026.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menembus 5,004 persen, level tertinggi sejak Juli 2007. Tekanan pasar turut diperbesar memanasnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi disebut menguasai sejumlah wilayah di sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Saham yang Dijual Asing

Di kubu jual, Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatat net sell terbesar Rp79,76 miliar. Disusul Telkom Indonesia (TLKM) Rp45,71 miliar dan Vale Indonesia (INCO) Rp30,56 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada Aneka Tambang (ANTM) Rp23,17 miliar, Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp22,23 miliar, dan Bumi Resources (BUMI) Rp18,20 miliar. Bumi Resources Minerals (BRMS) tercatat net sell Rp15,90 miliar dan Timah (TINS) Rp15,55 miliar.

Merdeka Battery Materials (MBMA) menyusul dengan net sell Rp8,19 miliar, disusul Energi Mega Persada (ENRG) Rp7,80 miliar.

Penguatan IHSG di tengah kenaikan suku bunga The Fed menunjukkan daya tahan pasar domestik. Perhatian investor berikutnya tertuju pada kelanjutan arus dana asing di sesi II dan respons pasar terhadap tekanan eksternal.

Terkini