JAKARTA - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura menegaskan komitmennya dalam mengawal penyaluran uang rupiah ke wilayah pulau-pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Papua lewat agenda Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
Komandan Kodaeral X Jayapura Mayjen TNI (Mar) Sugianto di Jayapura, Rabu, menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut bersama Bank Indonesia mengemban tugas bersama menjaga kedaulatan negara, termasuk menjamin masyarakat di daerah kepulauan mendapatkan akses atas uang rupiah layak edar.
"Oleh sebab itu sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga wilayah terluar Indonesia," katanya.
Menurut Sugianto, rupiah tak sebatas alat pembayaran resmi, melainkan lambang identitas bangsa serta wujud kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang wajib hadir di seluruh penjuru tanah air, termasuk pulau-pulau terluar Papua.
"Oleh sebab itu, pada Selasa (4/8) KRI Mata Bongsang-873 telah berangkat untuk melakukan kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di lima wilayah 3T di Papua," ujarnya.
Sugianto menerangkan lintasan pelayaran mencakup rute Jayapura, Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Numfoor, Pulau Bepondi, Pulau Yapen sampai ke Biak dengan jarak tempuh keseluruhan mendekati 625 mil laut.
"Dan seluruh prajurit yang bertugas telah diperintahkan menjalankan misi tersebut dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan personel dan materiil serta mematuhi standar operasional prosedur selama pelayaran," ujar Sugianto.
Sugianto menambahkan, selain menjaga keandalan pengawalan di jalur laut, prajurit TNI AL turut diinstruksikan menyajikan pelayanan terbaik bagi tim Bank Indonesia maupun warga setempat yang disambangi supaya proses penyerahan uang layak edar terlaksana tanpa hambatan.
"Kami berharap kolaborasi TNI AL dan Bank Indonesia melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat dapat memperkuat kehadiran negara di wilayah 3T sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa," ujarnya.