JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Kamis (30/7/2026), di zona hijau. Kenaikan laju indeks seirama dengan langkah The Fed yang memilih menahan tingkat suku bunga pada rapat FOMC Juli.
Merujuk data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka merangkak naik 0,56% menuju level 6.125,64. Dari deretan konstituen, tercatat 345 saham bergerak menguat, 132 saham melemah, serta 486 saham berada di posisi stagnan.
Dari jajaran saham LQ45, lonjakan harga saham dipimpin oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang terangkat 3,24% menuju Rp1.275, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 3,23% ke level Rp4.790, serta PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang menguat 2,72% ke posisi Rp1.510.
Kondisi serupa turut dialami oleh PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang menanjak 2,69% ke Rp1.910, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terangkat 2,52% ke Rp163, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang terkerek 2,30% ke posisi Rp2.670.
Di lain pihak, koreksi harga saham hanya dirasakan oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang terdepresiasi 3,67% ke posisi Rp23.600, PT Astra International Tbk. (ASII) turun 0,60% menuju Rp4.930, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang melandai 0,41% ke level Rp2.440.
Sebelumnya, bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada rentang 3,5%—3,75% sembari kembali menegaskan komitmen penuh demi menekan inflasi ke target 2%.
Langkah ini disahkan dalam Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang ditutup pada Rabu (29/7/2026) waktu AS atau Kamis (29/7) WIB melalui perolehan suara 9 berbanding 3.
Pihak The Fed turut melanjutkan skema penyediaan cadangan likuiditas yang memadai pada sistem perbankan.
Pada sesi konferensi pers, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa kondisi perekonomian AS masih memperlihatkan daya tahan yang kokoh.
Pertumbuhan ekonomi tetap dinilai solid, penciptaan lapangan kerja sejalan dengan dinamika angkatan kerja, sedangkan tingkat pengangguran cenderung stabil. Kendati demikian, inflasi masih bertengger di atas target sasaran bank sentral.
"Kami akan memberikan stabilitas harga," kata Warsh dalam konferensi pers seusai rapat FOMC, Kamis (29/7/2026).