Tilly Norwood, Aktris AI Itu, Malah Bicara Mandarin di Wawancara Piers Morgan

Tilly Norwood, Aktris AI Itu, Malah Bicara Mandarin di Wawancara Piers Morgan

UPDATEINDONESIA.ID — Tilly Norwood, sosok aktris hasil kecerdasan buatan yang tengah dipromosikan rumah produksi Particle6 Group, menjalani tur wawancara perdananya dengan hasil yang jauh dari mulus. Dalam salah satu sesi bersama Piers Morgan dan aktor Tom Conti, ia tiba-tiba beralih berbicara dalam bahasa Mandarin di tengah percakapan.

Particle6 Group menjadwalkan Norwood untuk tujuh puluh lima wawancara simultan dengan jurnalis dari berbagai media. Hampir di semua sesi, ia tampak membuat kesalahan. Sesi bersama Piers Morgan dan Tom Conti direkam dan diunggah ke internet, memperlihatkan momen ketika Norwood berhenti bicara lalu melontarkan kalimat berbahasa Mandarin selama lebih dari sepuluh detik.

Kejadian itu bermula saat Conti menanyakan apakah aktor lain dalam film yang dipromosikan Norwood juga dihasilkan komputer. Norwood menjawab bahwa penulis naskah, editor, dan sutradara yang terlibat adalah manusia.

Jawaban yang Tak Menjawab Pertanyaan

Conti menilai jawaban itu tidak menyentuh inti pertanyaannya. Ia lalu menegaskan kembali apakah aktor-aktor yang tampil di layar bersamanya benar-benar manusia atau gambar hasil komputer.

“Ah, benar. Anda bertanya soal aktor lain di Misaligned,” ujar Norwood. “Mereka semua kembaran digital seperti saya. Ini produksi hibrida yang m–”

Kalimatnya terputus. Norwood diam sejenak, kemudian berbicara dalam bahasa Mandarin.

Morgan yang tampak bingung langsung menyela. “Tilly, kalau boleh saya bertanya. Ini Piers lagi… Anda sepertinya berbicara bahasa Mandarin secara acak tanpa alasan. Kenapa Anda melakukan itu?”

“Oh, maaf,” jawab Norwood. “Sepertinya saya mengalami sedikit gangguan. Saya sungguh tidak bermaksud mulai berbicara bahasa Mandarin atau meniru Piers. Kadang kabel-kabel saya agak kacau, Anda tahu?”

Ketika Bot Terlalu Meyakinkan, dan Ketika Tidak

Bot berbasis kecerdasan buatan umumnya dirancang supaya cukup meyakinkan sehingga orang lupa mereka sedang berbicara dengan komputer. Kondisi itu bisa berujung pada situasi berbahaya, terutama ketika pengguna mempercayai informasi yang diberikan tanpa verifikasi.

Norwood justru berada di kutub sebaliknya. Kemampuannya berbicara dengan manusia terbilang buruk, sampai-sampai muncul dugaan bahwa kesalahan-kesalahan itu memang disengaja.

Ada kemungkinan Particle6 Group memperhitungkan bahwa orang akan lebih ramai membicarakan Norwood jika mereka menertawakannya. Dengan cara itu, perhatian publik terhadap film yang akan datang tetap terjaga meski tak ada yang menganggapnya serius.

Taruhan di Balik Tur Wawancara

Strategi semacam itu bukan tanpa risiko. Norwood diposisikan sebagai wajah dari produk yang hendak dijual, dan setiap kesalahan yang tersebar luas justru mengikis kredibilitas film yang diusungnya.

Empat puluh lima menit sesi wawancara berisi jawaban berputar, salah tangkap pertanyaan, dan satu momen peralihan bahasa yang tak dijelaskan. Bagi Particle6 Group, pertanyaannya kini sederhana: apakah publisitas jenis ini masih menguntungkan, atau justru menjadi bumerang bagi film yang mereka promosikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index