UPDATEINDONESIA.ID — Film dokumenter Once Upon a Time in Harlem memenangkan Library of Congress Lavine/Ken Burns Prize for Film edisi kedelapan, dengan hadiah USD 200.000. Sutradara David Greaves merampungkan film ini dari rekaman 16mm mendiang ayahnya, William Greaves, yang mendokumentasikan reuni para tokoh Harlem Renaissance pada 1972. Kemenangan tersebut diumumkan menjelang penayangan film di Camden International Film Festival.
Hadiahnya mencapai USD 200.000, menjadikannya sebagai prize terbesar untuk kategori film nonfiksi. Film ini disutradarai David Greaves, yang menggarap ulang rekaman 16mm milik ayahnya, William Greaves.
Jejak Rekaman dari 1972
William Greaves merekam sebuah pertemuan langka pada 1972 di rumah kota Duke Ellington di Harlem. Ia mengundang setiap tokoh Harlem Renaissance yang masih hidup dan bisa ia temukan.
Di antara yang hadir adalah Aaron Douglas, Romare Bearden, Arna Bontemps, Richard Bruce Nugent, James Van Der Zee, serta Ida Mae Cullen, janda Countee Cullen. Banyak dari mereka sudah lima puluh tahun tidak bertemu.
Kamera 16mm William Greaves merekam obrolan, perdebatan, dan diskusi tentang bagaimana budaya bertahan lintas generasi. Lima dekade kemudian, David Greaves merestorasi dan merampungkan film tersebut sebagai arsip hidup Harlem Renaissance.
Alasan Juri Memilih
Juri nasional menilai film ini sebagai karya penting yang akan dirujuk selama puluhan tahun ke depan. Mereka menyoroti pentingnya Harlem Renaissance dalam sejarah Amerika serta cara film ini menangkap kompleksitas periode tersebut.
Menurut juri, film ini memberi penonton "a window into history" lewat potret para ikon yang berdebat soal peran mereka dalam membentuk budaya Amerika.
Filmmaker Ken Burns mengaku langsung terpikat sejak kamera mulai merekam. "It's literally the best party I have ever been to, a festive time travel through the memory of these extraordinary individuals," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Burns menyebut film ini sebagai perayaan Harlem Renaissance sekaligus percakapan intim tentang makna seni dan kehidupan. Ia juga memuji William Greaves yang mengkurasi momen tersebut dan David Greaves yang menghidupkan kembali proyek sang ayah.
Runner-up dan Ceremony Penutup
Pemenang runner-up tahun ini adalah Romare Bearden: A Life in Collage karya Deborah Riley Draper, yang meraih hadiah tunai USD 50.000. Menariknya, Bearden sendiri merupakan salah satu tokoh yang muncul dalam Once Upon a Time in Harlem.
Film tersebut menampilkan kisah Bearden lewat kata-katanya sendiri dan arsip pribadinya, memperkenalkan kembali sosok modernis, atlet, dan aktivis yang pengaruhnya masih terasa di budaya kontemporer.
Acting Librarian of Congress Robert R. Newlen menyebut Romare Bearden: A Life in Collage berhasil menangkap bagaimana praktik seni Bearden menyatu dengan hidupnya. "Bearden's personality shines through as the arc of his life exemplifies perseverance and vision," katanya.
Juri tahun ini terdiri dari sejumlah nama di industri dokumenter, termasuk Yoruba Richen, Betsy West, Peter Yost, Annie Polland, Claudrena Harold, Jaie Laplante, Jacqueline Glover, dan Rachael Stoeltje.
Pemenang dan runner-up akan dihormati dalam sebuah ceremony di New York City bersama Ken Burns pada 22 Oktober. Sejak 2019, Library of Congress telah rutin memberikan penghargaan ini untuk mendorong perkembangan film nonfiksi di Amerika Serikat.