UPDATEINDONESIA.ID — Kementerian Luar Negeri menegaskan posisi Indonesia soal memanasnya konflik Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman. Pemerintah mendorong penyelesaian damai sambil memperketat pemantauan terhadap warga negara Indonesia di kawasan tersebut. KBRI Riyadh turut menyebarkan peringatan darurat yang dirilis otoritas Arab Saudi.
Juru bicara Kemlu II Vahd Nabyl menyampaikan sikap resmi Indonesia menanggapi eskalasi konflik antara Arab Saudi dan milisi Houthi. Pernyataan itu keluar dalam konferensi pers di Gedung Kemlu, Kamis (17/9).
"Yang terkait dengan kondisi di Yaman. Memang ini isu yang kita lihat bahwa pada dasarnya kita mengharapkan situasi di Timur Tengah ini bisa diselesaikan secara damai," kata Nabyl.
Indonesia menempatkan penyelesaian damai sebagai jalur utama. Nabyl menambahkan, "Kita mendorong adanya deeskalasi konflik."
Pemantauan WNI Melalui Tiga Perwakilan
Kemlu mengerahkan tiga perwakilan diplomatik untuk memantau kondisi WNI di sekitar zona konflik. KBRI Muscat memantau wilayah Yaman, sementara KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah mengawasi WNI di Arab Saudi.
Nabyl menyebut pemantauan ini untuk memastikan kondisi warga Indonesia yang berada di sana. Pemerintah juga mengimbau WNI memperhatikan setiap arahan yang dikeluarkan otoritas setempat.
"Mungkin perkembangan yang terus berlangsung di sana, itu terus kita imbau para WNI agar terus melakukan, memperhatikan imbauan-imbauan yang dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.
Kemlu menyediakan hotline yang bisa dihubungi bila ada WNI dalam kondisi darurat.
KBRI Riyadh Sebar Peringatan Darurat
Kedutaan Besar RI di Riyadh menggemakan peringatan darurat yang dirilis otoritas Arab Saudi. Unggahan di Instagram Story @indonesiainriyadh pada Selasa (15/9) memuat instruksi bagi warga saat menerima pesan peringatan.
"Jika Anda Menerima Pesan Peringatan Darurat: Tetap tenang dan ikuti instruksi resmi dalam pesan. Segera menuju tempat aman di dalam bangunan dan menjauh dari jendela," demikian isi unggahan tersebut.
KBRI meminta WNI menghindari area terbuka, balkon, atau atap bangunan. Warga juga diimbau menjauhi kerumunan dan tidak mengambil foto atau video di lokasi berbahaya.
Jika menerima pesan peringatan saat berkendara, WNI diminta segera menepi ke sisi jalan. Hindari berhenti dekat jembatan atau bangunan tinggi.
Serangan Houthi ke Pangkalan Udara dan Pipa Minyak
Dalam beberapa waktu terakhir, kedua pihak saling gempur. Milisi Houthi menyerang pangkalan udara dan jaringan pipa minyak utama Riyadh.
Arab Saudi bersumpah merespons dengan tegas. Awal pekan ini, otoritas Saudi sempat merilis peringatan darurat untuk Kota Mekkah, Jeddah, dan Taif.
Peringatan itu tidak bertahan lama. Otoritas Arab Saudi mencabutnya tak berapa lama setelah dirilis.
Bagi Indonesia, konflik ini menyentuh dua kepentingan langsung: keselamatan WNI di kawasan dan stabilitas hubungan dengan negara-negara Timur Tengah. Arab Saudi merupakan tujuan utama jemaah haji dan umrah asal Indonesia sepanjang tahun.
Kemlu belum merinci jumlah WNI yang berada di zona rawan. Namun pemantauan melalui tiga perwakilan menunjukkan pemerintah menempatkan pelindungan warga sebagai prioritas di tengah situasi yang masih berlangsung.