UPDATEINDONESIA.ID — Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk akademi bagi kepala daerah dan pejabat kementerian/lembaga sebagai bagian dari pengembangan Universitas Republik Indonesia. Wacana itu mencakup Akademi Gubernur, Akademi Bupati, hingga Akademi Dirjen yang wajib diikuti sebelum seseorang menduduki jabatan.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pembentukan akademi bagi kepala daerah hingga direktur jenderal di kementerian dan lembaga. Wacana itu disampaikannya dalam program Presiden Prabowo Menjawab, yang dirilis Biro Administrasi Kepresidenan, Kamis (17/9).
Akademi tersebut akan berada di bawah Universitas Republik Indonesia (URI). Prabowo menyebut pendidikan khusus bagi calon pemimpin pemerintahan itu sebagai salah satu bentuk pengembangan URI.
Akademi Gubernur hingga Dirjen Digembleng Sebelum Menjabat
"Akademi Gubernur, Akademi Bupati, dan sebagainya mungkin di bawah URI juga. Dan juga mungkin Akademi Dirjen. Sebelum dia masuk jabatan harus digembleng," ujar Prabowo.
Setiap pejabat yang akan menduduki posisi strategis, menurut Prabowo, perlu dibekali kemampuan kepemimpinan, administrasi, dan pemahaman atas tanggung jawabnya. Ia menginginkan proses pengisian jabatan di pemerintahan semakin berorientasi pada kemampuan, integritas, dan kesiapan.
Pendidikan sebelum menduduki jabatan dinilai penting agar pejabat memahami tugas sekaligus dapat menyelaraskan pekerjaannya dengan kebijakan pemerintah.
Ketidaksinkronan Antarlembaga Jadi Alasan Pembentukan URI
Prabowo mengakui masih ada persoalan kualitas sumber daya manusia dan ketidaksinkronan kerja di berbagai institusi pemerintahan. Kondisi itu, katanya, menjadi salah satu alasan pembentukan URI sebagai tempat menyiapkan calon pemimpin dan administrator negara berdasarkan kemampuan serta sistem merit.
"Kita harus memperbaiki semua institusi kita. Kalau ada ketidaksinkronan antara lembaga dan ada gap yang Anda katakan, ya itu tantangan kita. Itu harus kita perbaiki," kata Prabowo.
Ia menegaskan perbaikan tidak cukup dilakukan lewat perubahan struktur. Kualitas orang-orang yang bekerja di dalam institusi juga harus disentuh.
"Langkah apa untuk memperbaiki rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia," ujarnya.
Jaring Lulusan Terbaik lewat Tes IQ
Lewat URI, pemerintah ingin menjaring lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Peserta terpilih selanjutnya disiapkan untuk mengisi kebutuhan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan.
"Kita testing yang terbaik dari setiap lulusan semua universitas. Tiap tahun, IQ yang tertinggi itu yang kita kumpulkan dan ini yang akan kita siapkan di situ, jadi ini salah satu upaya kita," kata Prabowo.
Pembentukan URI, pembaruan Lembaga Administrasi Negara, serta rencana akademi bagi pejabat pemerintahan disebut Prabowo sebagai satu paket upaya memperkuat sistem dan menyiapkan SDM yang profesional.
Rencana ini menambah daftar kebijakan yang menyentuh tata kelola aparatur negara. Belum ada keterangan resmi soal jadwal pembentukan, kurikulum, maupun dasar hukum akademi tersebut.