Perbandingan Headway KRL Bogor dan Nambo Terpaut Sangat Jauh

Perbandingan Headway KRL Bogor dan Nambo Terpaut Sangat Jauh
PT KAI Commuter [FOTO: NET].

JAKARTA - Jarak waktu kedatangan kereta (headway) Commuter Line rute Nambo masih tertinggal jauh apabila disandingkan dengan rute Bogor. Di saat KRL di rute Bogor tiba sekitar lima menit sekali pada jam sibuk, para pengguna rute Nambo masih harus menanti hingga lebih dari satu jam untuk kereta selanjutnya.

VP Corporate Secretary PT KAI Commuter Karina Amanda menuturkan, headway rute Nambo hingga saat ini memang masih berada di angka lebih dari satu jam.

"Untuk penyesuaian jadwal/frekuensi perjalanan pada lintas Nambo-Depok masih memiliki headway selama lebih dari 1 jam," ujar Karina kepada Kompas.com, Selasa (4/8/2026).

Bila ditarik perbandingan, rute Bogor pada jam sibuk pagi serta sore mengantongi interval kedatangan kereta sekitar lima menit. Ketimpangan ini memperlihatkan perbedaan level pelayanan di antara kedua rute, biarpun sama-sama beroperasi di dalam jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Perbedaan Frekuensi Perjalanan

Tak cuma soal headway, ketimpangan juga tampak nyata dari volume perjalanan yang diakomodasi. Mengacu pada data KAI Commuter, rute Bogor melayani hingga 392 perjalanan pada setiap hari kerja sejak diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2025. 

Penambahan perjalanan tersebut dieksekusi demi mengurai kepadatan pengguna, terutamanya di jam-jam sibuk.

Di lain sisi, rute Nambo sekarang ini baru melayani 16 perjalanan menuju arah Jakarta Kota dan 16 perjalanan balik dari Jakarta Kota, atau secara keseluruhan totalnya 32 perjalanan saban hari.

"Saat ini volume pengguna pada lintas Nambo sebanyak 135 ribu sampai 140 ribu pengguna setiap hari dengan dilayani sebanyak 16 perjalanan menuju Jakarta Kota dan 16 perjalanan dari Jakarta Kota," kata Karina.

Melalui jumlah armada perjalanan yang terbatas itu, rute Nambo harus menampung pergerakan sekitar 135.000 hingga 140.000 pengguna per harinya.

Dampaknya bagi Penumpang

Karina tidak menampik bahwa frekuensi perjalanan di rute Nambo saat ini belum sepenuhnya sanggup mencukupi kebutuhan mobilitas warga. Dampaknya, penumpukan penumpang masih sering melanda, khususnya pada jam sibuk pagi maupun sore hari.

Sebagian penumpang malahan memilih mengalihkan keberangkatan dari stasiun tetangga yang punya frekuensi perjalanan jauh lebih padat, layaknya Stasiun Bojonggede, Citayam, serta Depok.

"Banyak pengguna di wilayah tersebut (Nambo) yang menuju stasiun lainnya seperti Stasiun Bojonggede, Citayam, dan Depok untuk naik Commuter Line," ujar Karina.

Menurut KAI Commuter, pemaksimalan headway pada rute dengan volume penumpang melimpah menjadi salah satu fokus utama operasional Commuter Line. 

Dalam GAPEKA 2025, headway rute Bogor saat jam sibuk tetap dijaga pada kisaran lima menit demi menjamin kelancaran pelayanan bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index