Aceh Minta Tambahan Pasokan Semen ke Mendagri dan Danantara

Aceh Minta Tambahan Pasokan Semen ke Mendagri dan Danantara
Buruh memuat semen ke kapal di pelabuhan [FOTO: NET].

JAKARTA- Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah mengajukan permintaan kepada Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) serta Danantara untuk memperbanyak alokasi pasokan semen ke wilayah Aceh menyusul kelangkaan yang terjadi selama satu bulan belakangan.

“Kelangkaan semen ini bisa mempengaruhi proses rehab-rekon pasca bencana hidrometeorologi di Aceh,” kata Fadhlullah dalam keterangannya, di Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).

Tak cuma kepada Mendagri, Wagub Aceh turut meneruskan laporan perihal krisis pasokan semen tersebut kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria demi memperoleh penanganan yang paling tepat.

Lewat penyampaian laporan ke Mendagri dan Danantara, Wagub Aceh menerangkan bahwa lonjakan lonjakan permintaan semen di kawasan Aceh tengah berlangsung belakangan ini.

Kondisi tersebut tericu oleh dimulainya pengerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, di samping maraknya geliat proyek pembangunan di bermacam wilayah yang memicu tingginya kebutuhan.

Fadhlullah memaparkan, berdasarkan kalkulasi Pemerintah Aceh, perkiraan kebutuhan semen di Aceh sekarang sudah menembus kisaran 4.200 ton (105.000 sak) tiap harinya, padahal kapasitas distribusi yang ada baru mampu memasok sekitar 3.700 ton (92.500 sak) per hari, sehingga memicu kekurangan hingga 500 ton atau setara 12.500 sak per harinya.

Ketimpangan ini memicu lonjakan harga jual semen di tingkat pengecer yang semula Rp70.000 per sak melesat hingga Rp120.000 per sak, yang mulai membebani warga serta menghambat percepatan aneka agenda pembangunan.

Mencermati keadaan tersebut, Pemprov Aceh mendesak bantuan dari pemerintah pusat untuk mentokong penambahan alokasi semen secara cepat ke Aceh demi mencukupi keperluan warga dan agenda pemulihan area bencana.

“Sehingga kebutuhan masyarakat dan percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana dapat terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran," ujar Fadhlullah.

Sebelumnya, permasalahan krisis semen ini pun telah dikaji oleh Pemerintah Aceh melalui agenda rapat evaluasi kelangkaan semen bareng jajaran pemangku kepentingan terkait.

Di tengah forum tersebut, PT Solusi Bangun Andalas (produsen semen di Aceh) mengonfirmasi perpanjangan durasi operasional fasilitas pengisian Krueng Geukuh II dari yang semula 16 jam menjadi 24 jam penuh per hari.

Di samping itu, pihak SBA menambah suplai semen curah dari luar daerah Aceh memanfaatkan moda tiga armada kapal pengangkut. Kapal perdana telah merapat di Pelabuhan Krueng Geukuh pada Minggu (2/8) dengan memboyong muatan semen curah.

Proses distribusi lanjutan bakal dieksekusi secara bertahap sepanjang bulan Agustus guna memastikan ketersediaan semen di seluruh wilayah Aceh tetap terjamin aman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index