Gubernur Mualem Minta Mentan Dukung Pemulihan Pertanian Aceh

Gubernur Mualem Minta Mentan Dukung Pemulihan Pertanian Aceh
Gubernur Aceh Mualem [FOTO: NET].

JAKARTA - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memohon dukungan menyeluruh dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman guna memulihkan secara total sektor pertanian di Aceh yang mengalami kerusakan pascabencana banjir serta tanah longsor.

“Kami membutuhkan dukungan Bapak Menteri untuk pemulihan lahan pertanian di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Mualem dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).

Aspirasi pemulihan lini pertanian Aceh tersebut disampaikan secara tatap muka oleh Mualem kala melangsungkan audiensi dan diskusi bersama Mentan Amran Sulaiman di Jakarta.

Mualem menyebutkan, warga Aceh menaruh harapan besar agar Mentan konsisten menyokong pemulihan area persawahan maupun perkebunan yang terdegradasi hingga musnah akibat terjangan bencana, termasuk kawasan perkebunan kopi Gayo di dataran tinggi Aceh.

“Supaya masyarakat Aceh yang terdampak bencana bisa memanfaatkan lahan pertaniannya kembali, sehingga mereka bisa mengembangkan pertumbuhan perekonomiannya," ujarnya.

Di samping itu, Mualem turut mengimbau jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan di seluruh kabupaten/kota se-Aceh agar mengoptimalkan bantuan dari Kementan secara maksimal demi mempercepat pemulihan roda ekonomi para petani.

Berdasarkan inventarisasi data Pemerintah Aceh, musibah hidrometeorologi merusak sekitar 57.485 hektare lahan sawah. Dari total area tersebut, langkah optimasi lahan saat ini sudah menjangkau seluas 40.852 hektare.

Dampak kerusakan juga melanda sektor perkebunan dengan cakupan mencapai 50.438 hektare, di mana proses pemulihan yang sedang berjalan telah terealisasi seluas 10.418 hektare.

Pada kesempatan bertatap muka tersebut, Menteri Amran berjanji kepada Gubernur Mualem untuk mengawal secara berkelanjutan rehabilitasi sawah terdampak lewat program mencetak kembali lahan sawah, optimasi lahan, perbaikan saluran irigasi, hingga penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) beserta bibit padi gratis bagi petani.

Mentan menegaskan komitmennya untuk merestorasi serta meremajakan tanaman kopi di area dataran tinggi Aceh yang rusak diterjang erosi dan longsor. 

Bentuk dukungannya mencakup alokasi bibit unggul, pasokan pupuk, serta pendampingan teknis guna memulihkan tingkat produktivitas komoditas ekspor tersebut.

Amran turut menjamin bahwa tim teknis dari Kementan akan dikirim langsung ke lokasi terdampak di Aceh untuk memantau proses rekonstruksi lahan secara bertahap. Bahkan, beberapa waktu sebelumnya, ia secara pribadi terjun menginspeksi sejumlah titik lahan yang diterpa bencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index