235 Pegawai Bakom RI Ikut Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes

Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:21:31 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menuju lingkungan perkantoran yang memiliki intensitas kerja tinggi. Tercatat sebanyak 235 pegawai Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia menjalankan pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Kantor Bakom RI.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengutarakan di Jakarta, Rabu, bahwa deteksi dini pada area kerja menjadi langkah krusial untuk mencegah penyakit kronis berkembang tanpa disadari.

"Pegawai yang sehat adalah modal utama sebuah institusi. Lewat CKG, kami ingin memastikan tidak ada penyakit yang ditemukan saat kondisi sudah parah. Deteksi dini itu murah, bahkan gratis. Yang mahal itu jika terlambat tahu," ujar Kunta.

Ia menyebutkan, program kolaborasi Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, serta Puskesmas Kecamatan Gambir ini menyasar tenaga profesional dan aparatur negara yang kesehariannya menghadapi tingkat stres dan ritme kerja tinggi.

Sampai akhir Juli 2026, Kemenkes mencatat sebanyak 73,8 juta penduduk telah memanfaatkan layanan CKG, melanjutkan pencapaian 70,3 juta peserta sepanjang 2025. Pemerintah menetapkan target agar layanan ini mampu menjangkau 130 juta penduduk atau 46 persen populasi pada akhir 2026.

Kendati demikian, pihak instansi mengidentifikasi hambatan psikologis di tengah masyarakat. Berdasarkan survei Kemenkes dan Omnibus Nielsen Kuartal II 2026, alasan utama warga enggan mengikuti CKG ialah rasa takut mengetahui penyakit yang diidap, merasa diri masih sehat, serta keterbatasan waktu.

Padahal, data CKG memperlihatkan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan gula darah tinggi telah banyak mengincar usia produktif hingga anak-anak. Lebih dari 6 juta orang dewasa serta 693 ribu anak tercatat mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal.

"Angka-angka ini mencerminkan gaya hidup kami. Oleh karena itu, arah pembangunan kesehatan kami ubah dari kuratif (mengobati saat sakit) menjadi preventif dan prediktif (mencegah sejak awal)," kata Kunta.

Kepala Sekretariat Bakom RI Kreestianawati, memaparkan, peserta CKG terdiri atas 157 tenaga profesional, 31 Aparatur Sipil Negara (ASN), serta 47 tenaga sosial, dengan komposisi 168 laki-laki dan 67 perempuan.

Pemeriksaan mencakup tujuh jenis layanan, yaitu antropometri untuk pengukuran status gizi, tekanan darah, gula darah, mata, telinga, gigi dan mulut, serta skrining Tuberkulosis (TBC) dan penyakit kulit. Khusus bagi peserta perempuan, disediakan pula layanan periksa payudara oleh tenaga kesehatan (SADANIS) serta Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker leher rahim.

"Harapan kami sederhana: pegawai tahu kondisi tubuhnya, sadar pentingnya periksa berkala, dan menjadikan cek kesehatan sebagai kebiasaan tahunan. Pegawai yang sehat pasti produktivitasnya meningkat," katanya.

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari memberikan apresiasi terhadap langkah Kemenkes dalam mengintervensi kesehatan di lingkungan kerjanya. Ia mengakui ritme kerja bidang komunikasi publik menuntut durasi kerja panjang serta mobilitas tinggi.

"Sebagai lembaga yang bertugas mengelola komunikasi pemerintah, kami paham betul ritme kerja harian yang sangat padat. CKG ini bentuk kepedulian lembaga terhadap aset paling berharga, yaitu para pegawai," tutur Qodari.

Qodari menambahkan, Bakom RI turut mendukung penguatan program CKG yang menjadi salah satu prioritas Presiden dalam Asta Cita ke-4 melalui pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) demi meningkatkan kesadaran publik.

Tags

Terkini