Sumsel Usulkan Jalan dan Jembatan Masuk IJD 2027

Sumsel Usulkan Jalan dan Jembatan Masuk IJD 2027
(Ilustrasi) Perbaikan Jembatan Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mengusulkan pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan serta jembatan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar dapat masuk dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2027.

Usulan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang saat bertemu Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto di Jakarta pada Selasa (4/8/2026).

Cik Ujang mengatakan usulan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan mengenai kondisi jalan dan jembatan di sejumlah wilayah Sumsel yang memerlukan penanganan.

"Banyak aspirasi dari DPR, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat terkait kondisi jalan dan jembatan di Sumatra Selatan yang membutuhkan perhatian," ujarnya, dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan telah berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Dia mencontohkan kecelakaan kendaraan Hiace di Kabupaten Musi Rawas yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia.

Selain itu, dia juga menyoroti jembatan di Kecamatan Merapi, Kabupaten Lahat, yang roboh karena usia bangunan telah melebihi 50 tahun.

"Atas perintah Bapak Gubernur Sumsel Herman Deru, kami datang membawa usulan pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Sebagian memang sudah ditangani, namun masih banyak ruas jalan dan jembatan yang memerlukan perhatian pemerintah pusat," katanya.

Pemprov Sumsel berharap usulan tersebut dapat dipertimbangkan dalam penyusunan program IJD Tahun Anggaran 2027.

"Jembatan yang usianya sudah lebih dari 50 tahun perlu segera mendapat penanganan agar tidak membahayakan masyarakat. Begitu juga jalan yang berlubang agar segera diperbaiki atau diperlebar sehingga konektivitas dan kelancaran transportasi di Sumatra Selatan dapat terus terjaga," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, M Affandi, mengatakan Pemprov Sumsel mulai melakukan perbaikan jalan sejak Juli. Perbaikan dilakukan pada 70 ruas jalan dengan anggaran mencapai Rp380 miliar.

Menurutnya, pekerjaan difokuskan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan berat, termasuk penanganan lubang melalui metode tambal sulam (patching).

“Kami akan patching-patching sifatnya fungsional. Pekerjaan juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang mengalami penurunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Jalan PU BMTR Sumsel Adrifan menambahkan perbaikan jalan dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Ogan Komering Ilir, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, serta Prabumulih.

Untuk wilayah Palembang, ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi sepanjang 99 kilometer juga menjalani pemeliharaan di beberapa titik.

“Hampir seluruhnya, kecuali Prabumulih karena tidak ada jalan provinsi,” tuturnya.

Adapun total panjang jalan yang dikelola Pemerintah Provinsi Sumsel mencapai sekitar 1.779 kilometer.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index