Vale Indonesia Catat Peningkatan Penjualan Nikel di Dua Blok

Vale Indonesia Catat Peningkatan Penjualan Nikel di Dua Blok
Vale Indonesia Bukukan Lonjakan Penjualan Nikel Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel PT Vale Indonesia sukses mencatatkan lonjakan penjualan bijih nikel yang signifikan pada Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa yang bertempat di Sulawesi Tengah serta Sulawesi Tenggara.

"Pada triwulan kedua 2026 Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta Wet Metric Ton (WMT)," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto di Kota Palu, Kamis (30/7/2026).

Pencapaian tersebut terangkat dari angka 886 ribu WMT pada triwulan sebelumnya, sehingga akumulasi volume penjualan pada semester pertama menyentuh 1,96 juta WMT. 

Sementara itu, untuk Blok Pomalaa perolehan penjualan bijih nikel menyentuh 495.601 WMT, menjadikan volume penjualan kumulatif di sepanjang semester pertama 2026 berada di level 584.584 WMT.

Ia menyampaikan bahwa performa kedua proyek pertumbuhan tersebut membuktikan keberhasilan peningkatkan kapasitas operasional, sekaligus mengokohkan strategi penambangan nikel guna memperluas variasi sumber pendapatan serta membentuk fondasi operasional yang semakin mantap.

Secara keseluruhan, pada triwulan kedua PT Vale mencatatkan produksi 16.153 metrik ton nikel dalam bentuk matte, atau terangkat sekitar 19 persen apabila disandingkan dengan triwulan pertama pada tahun yang sama yaitu 13.620 ton.

Dengan perincian itu, total perolehan produksi nikel matte di semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton.

 Penguatan ini memperlihatkan kinerja operasional yang kian tangguh pascalesainya proyek pembangunan kembali tanur listrik tiga pada Juni 2026, dengan tetap memprioritaskan keselamatan kerja serta keandalan dalam operasional.

"Perseroan berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif," ujar dia.

Seirama dengan hal tersebut, entitas pertambangan mineral tersebut turut mengantongi kinerja keuangan yang solid pada triwulan kedua 2026 berkat terdongkraknya volume produksi, penguatan harga nikel di pasaran, serta penerapan operasional yang tertib. 

Volume produksi nikel matte terangkat 19 persen secara triwulanan (QoQ) ke level 16.153 ton, sedangkan volume penjualan bertahan stabil di angka 13.932 ton.

Di sisi lain, pada kurun triwulan kedua 2026 tingkat konsumsi energi turut merangkak naik sejalan dengan bertambahnya volume produksi nikel matte bila dibandingkan triwulan terdahulu.

 Penurunan tingkat penggunaan high sulphur fuel oil sepanjang rentang waktu tersebut sebagian besar berhasil tertutupi oleh kenaikan volume pemanfaatan batu bara demi menopang operasional perusahaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index