JAKARTA - Kepindahan Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid awalnya dipandang sebagai langkah besar dalam karier sang pemain.
Datang dengan status bintang dan reputasi mentereng, eks bek kanan Liverpool itu diharapkan langsung memberi dampak signifikan di Santiago Bernabeu.
Namun kenyataan di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi. Baru beberapa bulan berseragam Los Blancos, Alexander-Arnold justru mulai disorot media Spanyol karena kontribusinya yang dinilai belum maksimal.
Transfer Besar dengan Harapan Tinggi
Alexander-Arnold direkrut Real Madrid di tengah keterbatasan pilihan bek kanan kelas dunia. Ia lama dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Eropa, bahkan kerap disejajarkan dengan Achraf Hakimi dalam perdebatan performa.
Madrid memanfaatkan situasi kontraknya di Liverpool yang telah berakhir. Klub Spanyol itu hanya mengeluarkan biaya kecil agar sang pemain bisa tampil di Piala Dunia Antarklub, angka yang disebut tidak signifikan dalam konteks transfer besar.
Keputusan hengkang secara gratis dari Anfield juga menimbulkan reaksi beragam. Meski berkontribusi besar dalam dua gelar liga dan satu trofi Liga Champions, sebagian publik Liverpool menilai perpisahan tersebut meninggalkan rasa pahit.
Sorotan Publik dan Tekanan Awal
Tekanan mulai terasa ketika Liverpool dan Real Madrid bertemu di Liga Champions. Dalam laga yang dimenangi Liverpool 1-0 itu, Alexander-Arnold kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di lapangan.
Reaksi keras dari tribun Anfield menjadi gambaran betapa besar ekspektasi yang melekat padanya. Situasi tersebut ikut memengaruhi persepsi publik terhadap langkah barunya di Spanyol.
Di Madrid, sorotan media tak kalah tajam. Setiap penampilan Alexander-Arnold selalu dibandingkan dengan reputasinya di Premier League, membuat adaptasinya berjalan di bawah tekanan konstan.
Masalah Kebugaran yang Menghambat
Salah satu kendala utama Alexander-Arnold di Spanyol adalah masalah kebugaran. Cedera yang datang berulang kali membatasi menit bermainnya, sehingga ia baru mencatatkan delapan penampilan liga dengan satu assist.
Catatan tersebut dinilai belum sebanding dengan harapan klub. Real Madrid mendatangkannya untuk mengatasi masalah lama di sektor bek kanan, namun situasi justru belum stabil.
Musim lalu, Federico Valverde sempat dipaksa mengisi posisi bek kanan akibat cedera serius Dani Carvajal. Harapannya, kedatangan Alexander-Arnold bisa mengakhiri krisis tersebut.
Rotasi Tak Berujung di Sisi Kanan
Ironisnya, musim ini persoalan kembali terulang. Dani Carvajal kembali mengalami cedera, sementara Alexander-Arnold juga harus menepi karena masalah fisik yang tak kunjung tuntas.
Kondisi ini memaksa pelatih kembali melakukan rotasi darurat di sisi kanan pertahanan. Peran yang tidak konsisten membuat Alexander-Arnold sulit menemukan ritme permainan terbaiknya.
Situasi tersebut berdampak pada kepercayaan diri dan kontinuitas penampilan. Di klub sebesar Real Madrid, waktu adaptasi kerap kali terbatas karena tuntutan hasil yang tinggi.
Spekulasi Kembali ke Premier League
Di tengah kondisi itu, rumor baru mulai bermunculan. Media Spanyol Fichajes melaporkan bahwa kemungkinan Alexander-Arnold kembali ke Inggris sudah mulai dibicarakan, meski masa baktinya di Madrid masih sangat singkat.
Manchester United dan Newcastle United disebut sebagai dua klub yang memantau situasinya. Keduanya dinilai membutuhkan bek kanan dengan kemampuan distribusi bola yang kuat seperti Alexander-Arnold.
Spekulasi ini muncul bukan karena kualitasnya diragukan, melainkan karena situasi yang belum ideal di Madrid. Faktor kebugaran dan minimnya kontribusi membuat masa depannya dipertanyakan lebih cepat dari dugaan.
Antara Adaptasi dan Kesabaran
Meski demikian, terlalu dini untuk menyimpulkan kegagalan transfer ini. Adaptasi ke La Liga membutuhkan waktu, terlebih bagi pemain yang lama berkarier di Premier League dengan gaya permainan berbeda.
Real Madrid dikenal sebagai klub dengan tekanan tinggi, namun juga memiliki sejarah pemain yang bangkit setelah masa awal sulit. Alexander-Arnold masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Dengan kualitas teknik, visi bermain, dan pengalaman di level tertinggi, peluang itu tetap terbuka. Kuncinya terletak pada kebugaran dan kepercayaan yang berkelanjutan dari tim pelatih.
Masa Depan yang Masih Abu-Abu
Untuk saat ini, masa depan Trent Alexander-Arnold di Real Madrid masih berada dalam tanda tanya. Spekulasi pulang ke Premier League menjadi bukti betapa cepatnya dinamika berubah di sepak bola modern.
Jika mampu keluar dari masalah fisik dan menemukan peran ideal, ia masih bisa menjadi solusi jangka panjang di sisi kanan pertahanan Madrid. Namun jika tidak, rumor kepulangan ke Inggris bisa semakin menguat.
Paruh musim berikutnya akan menjadi periode krusial. Di sanalah Alexander-Arnold dituntut membuktikan bahwa kepindahannya ke Real Madrid bukan sekadar transfer besar, melainkan langkah penting dalam kariernya.