JAKARTA - Langkah Timnas Mesir menuju perempat final Piala Afrika 2025 tidak datang dengan mudah.
Menghadapi Timnas Benin di babak 16 besar, The Pharaohs harus bekerja ekstra sebelum akhirnya menang 3-1 lewat drama perpanjangan waktu, Selasa, 6 Januari 2025 dini hari WIB.
Laga yang digelar di Marrakesh itu berjalan ketat sejak awal. Meski diunggulkan, Mesir kesulitan menembus pertahanan rapat Benin dan baru memastikan kemenangan setelah dua gol tercipta di masa tambahan waktu.
Awal Pertandingan yang Ketat
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim bermain dengan tempo hati-hati. Mesir mencoba mendominasi penguasaan bola, sementara Benin memilih bertahan rapi sambil menunggu celah serangan balik.
Peluang bersih nyaris tak terlihat sepanjang babak pertama. Bahkan Mohamed Salah, yang biasanya menjadi pusat permainan, terlihat minim sentuhan dan sulit menemukan ruang.
Kondisi tersebut membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum. Penonton harus menunggu lebih lama untuk menyaksikan gol pertama tercipta.
Gol Pembuka yang Mengubah Alur
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-69. Marwan Attia muncul sebagai pahlawan sementara Mesir lewat tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang Benin.
Gol tersebut sempat membuat Benin terlihat kehilangan arah. Mesir mulai lebih percaya diri, sementara Benin dipaksa keluar dari zona nyaman mereka.
Namun, keunggulan itu belum cukup untuk mengamankan tiket perempat final. Benin masih menyimpan kejutan di menit-menit akhir waktu normal.
Benin Bangkit di Pengujung Waktu
Saat laga tampak akan berakhir dengan kemenangan Mesir, Benin justru berhasil menyamakan kedudukan. Umpan silang Junior Olaitan yang sempat berbelok arah gagal diantisipasi kiper Mesir, Mohamed El Shenawy.
Bola muntah kemudian langsung disambar Jodel Dossou. Gol ini mengubah atmosfer pertandingan dan memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Skor 1-1 di akhir waktu normal menjadi bukti bahwa Benin bukan lawan yang mudah ditaklukkan, meski secara kualitas berada di bawah Mesir.
Ketegangan di Babak Tambahan Waktu
Memasuki extra time, kedua tim tampil lebih berhati-hati. Energi mulai terkuras, sehingga situasi bola mati menjadi faktor penentu.
Mesir akhirnya kembali unggul lewat Yasser Ibrahim. Ia mencetak gol krusial melalui sentuhan akrobatik di dalam kotak penalti, membuat bola melambung melewati jangkauan kiper Benin, Marcel Dandjinou.
Gol tersebut memberi napas lega bagi Mesir. Benin yang sebelumnya tampil disiplin mulai kehilangan konsentrasi di lini belakang.
Momen Kelas Dunia Mohamed Salah
Drama belum berakhir sebelum nama Mohamed Salah kembali menjadi sorotan. Pada menit terakhir perpanjangan waktu, sang kapten menutup kemenangan Mesir dengan gol spektakuler.
Salah berlari bebas sebelum melepaskan tembakan melengkung indah menggunakan sisi luar kaki kirinya dari jarak jauh. Bola meluncur tanpa mampu dijangkau Dandjinou.
Gol ini sekaligus menegaskan peran penting Salah, yang sebelumnya relatif tenggelam sepanjang waktu normal. Momen tersebut juga memperlihatkan mental juara sang bintang.
Makna Kemenangan bagi Mesir
Kemenangan 3-1 ini memastikan Mesir melangkah ke perempat final dengan penuh perjuangan. Dua gol di extra time menunjukkan ketangguhan mental The Pharaohs dalam laga tekanan tinggi.
Bagi Salah, gol ini memiliki arti khusus. Ia kembali menegaskan ambisinya untuk mempersembahkan gelar Piala Afrika pertama bersama tim nasional.
Sementara itu, Benin harus mengubur mimpi mengulang pencapaian Piala Afrika 2019, ketika mereka sukses menembus perempat final. Perlawanan mereka kali ini tetap layak mendapat apresiasi.
Menatap Laga Berikutnya
Di babak delapan besar, Mesir akan menghadapi pemenang laga antara Pantai Gading atau Burkina Faso. Tantangan jelas tidak akan lebih mudah dari duel melawan Benin.
Namun, dengan pengalaman dan kualitas individu yang dimiliki, Mesir tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara. Kemenangan dramatis ini bisa menjadi momentum penting.
Perjalanan masih panjang, tetapi satu hal sudah pasti. Selama Mohamed Salah masih berada di lapangan, Mesir selalu memiliki harapan besar untuk melangkah lebih jauh di Piala Afrika 2025.