Bhayangkara

Bhayangkara Tundukkan Dewa United Meski Bermain Dengan Sepuluh Pemain

Bhayangkara Tundukkan Dewa United Meski Bermain Dengan Sepuluh Pemain
Bhayangkara Tundukkan Dewa United Meski Bermain Dengan Sepuluh Pemain

JAKARTA - Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Dewa United pada lanjutan pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan cerita penuh determinasi. 

Bermain di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin sore WIB, tuan rumah mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0 meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak awal babak kedua.

Hasil tersebut menjadi penegas karakter Bhayangkara yang tampil disiplin dan efektif. Di sisi lain, Dewa United harus pulang dengan tangan hampa meskipun unggul dalam penguasaan bola dan jumlah pemain hampir sepanjang paruh kedua pertandingan.

Atmosfer Pertandingan yang Ketat Sejak Awal

Sejak peluit awal dibunyikan, laga berjalan dengan tempo sedang namun penuh kehati-hatian. Dewa United berusaha mengontrol permainan melalui penguasaan bola, sementara Bhayangkara memilih pendekatan lebih langsung dan agresif dalam menyerang.

Meski tidak dominan secara statistik penguasaan bola, Bhayangkara justru lebih sering menciptakan ancaman. Tuan rumah tampil percaya diri memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan lini pertahanan tim tamu.

Efektivitas Serangan Tuan Rumah

Pada paruh pertama, Bhayangkara Presisi Lampung FC mencatatkan sejumlah peluang berbahaya. Tercatat tujuh tembakan dilepaskan ke arah gawang Dewa United, dengan tiga di antaranya mengarah tepat sasaran.

Salah satu peluang terbaik hadir melalui aksi individu Sani Rizki Fauzi pada menit ke-40. Ia berhasil melewati pengawalnya dan melepaskan tendangan keras, namun kiper Sonny Stevens masih mampu menggagalkan peluang tersebut dengan penyelamatan gemilang.

Gol Pembeda Menjelang Turun Minum

Kebuntuan akhirnya pecah menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-43, Bhayangkara berhasil mencetak gol pembuka yang sekaligus menjadi penentu kemenangan.

Fareed Sadat tampil sebagai pencetak gol setelah memaksimalkan umpan dari Moises Wolschick. Gol tersebut disambut meriah pendukung tuan rumah yang memadati Stadion Sumpah Pemuda. Tambahan waktu empat menit tak mampu dimanfaatkan Dewa United untuk menyamakan skor.

Ujian Berat Setelah Kartu Merah

Memasuki babak kedua, situasi berubah drastis bagi Bhayangkara. Baru enam menit berjalan, Wahyu Subo Seto harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua.

Kondisi tersebut memaksa The Guardian of Saburai bermain dengan sepuluh pemain. Tantangan semakin besar karena Dewa United langsung meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.

Disiplin dan Ketangguhan Lini Belakang

Meski berada dalam tekanan, Bhayangkara menunjukkan organisasi pertahanan yang solid. Lini belakang tampil disiplin dalam menutup ruang dan mematahkan setiap upaya serangan dari tim tamu.

Dewa United yang unggul jumlah pemain kesulitan menemukan celah. Serangan yang dibangun kerap mentok di sepertiga akhir lapangan, sementara peluang bersih jarang tercipta hingga laga memasuki menit ke-60.

Kebuntuan Dewa United Berlanjut

Sepanjang sisa pertandingan, Dewa United terus mencoba menggedor pertahanan tuan rumah. Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat upaya mereka tidak membuahkan hasil.

Situasi semakin sulit bagi tim tamu setelah Rafael Struick menerima kartu merah pada masa injury time. Bermain dengan jumlah pemain yang sama, Dewa United praktis kehilangan momentum untuk mengejar gol penyama kedudukan.

Peluit Akhir dan Dampak Klasemen

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Kemenangan ini membawa tuan rumah naik ke peringkat sembilan klasemen sementara BRI Super League.

Sebaliknya, Dewa United harus rela turun ke posisi ke-14. Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi tim tamu, terutama terkait efektivitas serangan saat menghadapi lawan yang bermain dengan sepuluh pemain.

Catatan Susunan Pemain Kedua Tim

Bhayangkara Presisi Lampung FC menurunkan Aqil Savik di bawah mistar, dengan barisan belakang diisi I Putu Gede Juni Antara, Firza Andika, Slavko Damjanovic, dan Nehar Sadiki. Di lini tengah, Fareed Sadat, Moises Wolschick, serta Sani Rizki Fauzi menjadi motor permainan.

Sementara itu, Dewa United mengandalkan Sonny Stevens sebagai penjaga gawang. Lini pertahanan diperkuat Rizdjar Subagja, Theo Numberi, Nick Kuipers, dan Taisei Marukawa, dengan dukungan gelandang seperti Ricky Kambuaya dan Egy Maulana Vikri.

Modal Berharga untuk Laga Berikutnya

Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Bermain dengan sepuluh pemain namun tetap mampu menjaga keunggulan menunjukkan kematangan mental dan kekompakan tim.

Bagi Dewa United, hasil ini menjadi bahan evaluasi serius. Dominasi penguasaan bola dan keunggulan jumlah pemain belum cukup tanpa ketajaman dan kreativitas di lini serang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index