JAKARTA - Konsultan properti Knight Frank Indonesia mengemukakan bahwasanya pameran Danantara Housing Expo 2026 menjadi terobosan bernilai positif dari jajaran pemerintah guna menyokong ketersediaan hunian ramah kantong bagi warga.
"Kami melihat beberapa waktu lalu terkait pengembangan rusun subsidi yang dalam hal ini juga diinisiasi atau datang dari pemerintah. Saya rasa terkait program pemerintah untuk apartemen ataupun rusun subsidi ini cukup baik dalam mengisi kolase yang kosong. Dalam arti ini seperti ceruk untuk mengisi missing middle," ujar Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam konferensi pers daring di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan penilaiannya, apabila menilik sebaran lokasi hunian tapak berbanderol di bawah Rp500 juta, posisinya cenderung berada di area pinggiran yang jauh. Di sisi lain, hunian komersial atau unit apartemen nonsubsidi dipatok mulai dari Rp800 juta.
Kondisi tersebut memperlihatkan adanya celah harga pada kisaran Rp500 juta hingga Rp800 juta yang kini coba dijembatani oleh deretan program pemerintah lewat penyediaan tempat tinggal vertikal di kawasan perkotaan.
"Dalam arti bahwa preferensi pasar yang saat ini diisi oleh terbesar posturnya Gen-Z dan milenial mereka bisa miliki apa rumah vertikal yang tidak perlu ke pelosok tapi dengan harga yang relatif bisa terjangkau untuk mereka," katanya.
Syarifah menguraikan bahwa agenda ini tergolong salah satu terobosan konstruktif dari pemerintah untuk menjangkau segmen missing middle pada rentang harga yang sebelumnya kosong di tengah dinamika pasar yang terus bergerak.
Sekadar informasi, Danantara Indonesia melangsungkan Danantara Housing Expo 2026 selaku wujud nyata memberi kemudahan keterjangkauan tempat tinggal bagi publik sekaligus menyokong agenda Program 3 Juta Rumah dari pemerintah.
Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 bertempat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.
Pihak manajemen Danantara memaparkan bahwasanya ekspo ini menyatukan beragam opsi hunian beserta variasi dukungan pembiayaan yang sanggup diselaraskan dengan kapasitas finansial masyarakat.
Ajang pameran ini mempertemukan BUMN sektor properti, jajaran perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), pengembang mitra, hingga para pelaku industri penyokong ke dalam satu ekosistem yang padu.
Melalui helatan tersebut, Danantara memicu tumbuhnya ekosistem sektor perumahan yang kian solid dengan menyatukan pihak pengembang, lembaga penyalur pembiayaan, serta industri penunjang pada satu platform bersama.