BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 6-7 Agustus

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:37:32 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat serta angin kencang yang berpeluang melanda sejumlah kawasan Indonesia pada Kamis-Jumat (6-7/8/2026). 

Peringatan dini tersebut dikeluarkan saat mayoritas wilayah tanah air sejatinya masih berada dalam periode musim kemarau.

Merujuk informasi yang dibagikan BMKG menerusi akun resminya, Selasa (4/8/2026), kondisi gersang yang berlangsung sejak awal Agustus 2026 diprakirakan masih bertahan dan berpotensi meluas.

Pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III Juli 2026 mencatat ada 1.657 titik pengamatan yang diterpa HTH Sangat Panjang selama 31-60 hari. Selain itu, sebanyak 306 titik pengamatan terkonfirmasi mengabaikan HTH Ekstrem Panjang dengan durasi melebihi 60 hari.

Kondisi HTH sangat panjang hingga ekstrem tersebut dominan melanda area Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, serta sebagian Sulawesi.

Walaupun musim kemarau masih mendominasi, BMKG menegaskan hujan lebat berskala lokal tetap berpeluang mengguyur sejumlah wilayah.

Sebagai gambaran, pada periode 30 Juli-2 Agustus 2026, curah hujan lebat hingga sangat lebat terdeteksi di Aceh dengan intensitas mencapai 164,3 milimeter (mm) per hari. 

Presipitasi tinggi juga terhitung di Sumatera Utara sebesar 144 mm per hari, Sumatera Barat 102,5 mm per hari, Kepulauan Riau 97 mm per hari, dan Kalimantan Utara 59 mm per hari.

Peluang hujan tersebut dipengaruhi dinamika Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif yang mengindikasikan lonjakan pembentukan tutupan awan di berbagai area Indonesia bagian barat hingga tengah.

Pergerakan Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi sebagian Sumatera dan perairan sekitarnya turut diprediksi mendukung pertumbuhan awan hujan. 

Di samping itu, terdeteksi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu yang berpotensi memicu terbentuknya area konvergensi serta konfluensi dari Samudra Hindia sebelah barat Sumatera Barat hingga Bengkulu dan di sekitar pusat sirkulasi tersebut.

Sementara itu, laju kecepatan angin permukaan melebihi 25 knot diprakirakan masih menerpa beberapa kawasan perairan dalam beberapa hari mendatang. Keadaan ini berisiko mendongkrak tinggi gelombang laut sehingga perlu diantisipasi oleh para pelaku pelayaran maupun warga di pemukiman pesisir.

Lantas, wilayah mana saja yang berpotensi diguyur hujan pada 6-7 Agustus 2026?

Wilayah berpotensi hujan dan angin kencang 6-7 Agustus 2026

Mengacu pada peringatan dini BMKG, sederet wilayah ditetapkan masuk status waspada terhadap potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat pada Kamis-Jumat (6-7/8/2026).

Kamis, 6 Agustus 2026

Wilayah berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat:

Aceh

Riau

Bengkulu

Sulawesi Barat

Papua.

Wilayah berpotensi angin kencang:

Aceh

Jawa Timur

Maluku

Maluku Utara

Nusa Tenggara Timur

Sulawesi Selatan

Sulawesi Utara.

Jumat, 7 Agustus 2026

Wilayah berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat:

Bengkulu

Sulawesi Tengah

Sulawesi Barat.

Wilayah berpotensi angin kencang:

Aceh

Kalimantan Barat

Maluku Utara

Nusa Tenggara Timur

Sulawesi Selatan

Sulawesi Utara.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau publik untuk tetap siaga terhadap dampak perluasan musim kemarau di berbagai daerah Indonesia. Keadaan tersebut berisiko memicu cuaca panas terik dan kelembapan udara yang kian kering.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan memanfaatkan tabir surya guna meminimalkan paparan paparan sinar matahari secara langsung. Asupan cairan tubuh juga mesti dijaga, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari agar terhindar dari dehidrasi dan keletihan.

Di tengah menguatnya kondisi gersang, masyarakat beserta pemerintah daerah diminta menghemat penggunaan air bersih serta mengandalkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG turut mengingatkan publik agar tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di area yang rawan terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan. Apabila menjumpai indikasi titik api (hotspot), warga diharapkan segera melapor ke pihak berwenang.

Kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu ditingkatkan sebab periode tanpa hujan yang berlangsung lama dapat menguras cadangan air sekaligus membuat vegetasi lahan makin gampang tersulut api.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mengantisipasi potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, maupun angin kencang, terutama di kawasan yang masih dipengaruhi fenomena atmosfer pemicu cuaca signifikan.

Tags

Terkini