Bappenas: Seni Budaya Investasi untuk Nilai Tambah Ekonomi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:51:31 WIB
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memandang investasi lewat penguatan seni budaya serta pengasahan sumber daya manusia (SDM) kreatif sebagai langkah krusial demi mendongkrak nilai tambah ekonomi sekaligus memperkokoh daya saing Indonesia di ranah global.

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, mengungkapkan bahwa Manajemen Talenta Nasional dirancang sebagai perangkat kebijakan untuk mencetak SDM berkualitas secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan.

"Manajemen Talenta Nasional didesain sebagai upaya menjaga dan mengawal potensi yang ada. Ini merupakan ikhtiar serius pemerintah untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing," ujar Teni dalam acara Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya, di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Teni menilai bidang seni budaya selama ini belum sepenuhnya diposisikan sebagai pendorong roda ekonomi, padahal modal budaya yang dimiliki Indonesia sangatlah masif.

Menurutnya, lini seni dan budaya sesungguhnya mengemas peran strategis dalam memacu produktivitas nasional serta menopang laju pertumbuhan ekonomi, selaras dengan arah pembangunan pemerintah.

Lewat Manajemen Talenta Nasional, pemerintah bertekad mendongkrak mutu talenta kreatif, memicu lahirnya karya dan produk budaya bernilai tinggi, hingga memperkuat industri kreatif yang meliputi seni rupa, musik, film, seni pertunjukan, kriya, sampai sastra.

“Itu menegaskan sektor seni budaya ini motornya pertumbuhan, tidak selalu sektor sosial, sektor ekonomi lain. Sebenarnya di depan mata kami sudah punya potensinya. Kenapa enggak kami siapkan dengan sebaik-baiknya karena ini akan memberikan kontribusi yang sangat-sangat besar untuk pertumbuhan kami,” katanya.

Ia menguraikan bahwa pemerintah juga hendak menjamin para seniman dan pegiat budaya memiliki alur pembinaan yang terang, mendulang pengakuan atas karya mereka, serta mengantongi prospek karier yang berkelanjutan. 

Dengan demikian, seni budaya tidak sekadar menjadi wadah ekspresi, melainkan pula sektor ekonomi yang sanggup membuka lapangan kerja dan menciptakan nilai tambah.

Menurut Teni, keanekaragaman budaya Indonesia yang tersebar di berbagai daerah merupakan keunggulan kompetitif yang tak dimiliki banyak bangsa lain. Potensi tersebut mesti dikelola secara lebih terpadu agar mampu menghasilkan karya kreatif yang sanggup bersaing di pasar mancanegara.

Lantaran itu, pembinaan talenta tak lagi digarap secara parsial, melainkan melalui tahapan yang terukur mulai dari pemetaan potensi, pembibitan, pengembangan, hingga pemantapan talenta.

Manajemen Talenta Nasional sendiri adalah program strategis jangka panjang pemerintah Indonesia sekaligus agenda prioritas nasional guna mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Bappenas turut mempererat sinergi bersama Kementerian Kebudayaan, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pihak nonpemerintah untuk membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang talenta kreatif.

Salah satu upaya yang diakselerasi yakni optimalisasi sarana seperti taman budaya sebagai pusat pengikatan kapasitas, pembinaan, serta ruang berekspresi bagi talenta daerah.

Tags

Terkini