Program Jargas Hemat Biaya Energi dan Kurangi Impor LPG Rumah Tangga

Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:04:32 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa program Jaringan Gas Bumi (Jargas) rumah tangga tidak sekadar berfokus pada penguatan ketahanan energi nasional, melainkan turut menghadirkan keuntungan nyata bagi masyarakat lewat aspek kepraktisan, keamanan, serta efisiensi anggaran pengeluaran energi.

Sewaktu menyampaikan paparan dalam agenda konferensi pers bertajuk Update Program Prioritas/PHTC serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatra di Gedung Bakom, Rabu (5/8/2026), Qodari memaparkan bahwa para pelanggan Jargas menikmati aliran pasokan gas secara langsung melalui jaringan pipa, sehingga mereka tidak lagi direpotkan dengan urusan membeli, memikul, maupun mengganti tabung LPG konvensional.

Menurut keterangannya, mekanisme tersebut memungkinkan warga memakai pasokan gas secara fleksibel sesuai keperluan dengan sistem pembayaran berbasis besar pemakaian yang tertera pada meteran. 

Di samping itu, tingkat harga gas dinilai jauh lebih stabil karena terbebas dari rantai distribusi tabung, sekaligus meminimalisasi potensi kelangkaan pasokan LPG pada tingkat pengecer.

"Pemerintah menjamin keamanan Jargas melalui penggunaan peralatan berstandar, pengujian kebocoran, pemeriksaan teknis, dan pemeliharaan secara berkala," ujar Qodari.

Ia menambahkan, apabila ditinjau dari perspektif finansial, pengoperasian Jargas mempunyai potensi besar dalam menekan beban biaya rumah tangga. Berdasarkan kalkulasi asumsi pemakaian tiga tabung LPG ukuran 3 kilogram setiap bulan serta tarif Jargas di kisaran Rp4.000 per meter kubik, sebuah keluarga diperkirakan mampu mencatatkan penghematan sekitar Rp50.000 sampai Rp80.000 per bulan, atau setara dengan kisaran Rp600.000 hingga Rp900.000 dalam kurun waktu setahun, bergantung pada besaran tarif lokal serta harga pasaran LPG di masing-masing wilayah.

Qodari menegaskan bahwa pihak pemerintah bakal terus menggenjot ekspansi pembangunan jaringan gas rumah tangga sebagai komponen esensial dari grand strategy diversifikasi energi nasional serta upaya menekan angka ketergantungan impor terhadap komoditas LPG.

“Pemerintah berharap program Jargas semakin memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan energi yang lebih praktis, aman, efisien, serta mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” tandas Qodari.

Tags

Terkini