DAMRI

DAMRI Resmi Buka Rute Baru Perluas Akses Transportasi Aceh

DAMRI Resmi Buka Rute Baru Perluas Akses Transportasi Aceh
DAMRI Resmi Buka Rute Baru Perluas Akses Transportasi Aceh

JAKARTA - Konektivitas wilayah menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama di daerah kepulauan dan kawasan penyangga. 

Di Aceh, kebutuhan akan transportasi yang terjangkau dan berkelanjutan terus meningkat seiring aktivitas masyarakat yang semakin dinamis.

Menjawab kebutuhan tersebut, DAMRI menghadirkan layanan transportasi baru yang menghubungkan Banda Aceh dengan sejumlah wilayah strategis. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus memperkuat akses antardaerah.

Pembukaan rute ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan transportasi darat di Aceh. Selain memudahkan perjalanan masyarakat, kehadiran rute baru juga diharapkan berdampak langsung pada sektor ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar.

Dukungan transportasi untuk wilayah kepulauan Aceh

Mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan Aceh selama ini menghadapi tantangan tersendiri. Keterbatasan akses transportasi membuat perjalanan antardaerah membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.

Melalui pembukaan rute Banda Aceh–Sinabang di Kabupaten Simeulue, DAMRI menghadirkan alternatif transportasi darat yang terintegrasi dengan jalur penyeberangan. Rute ini dilayani melalui Pelabuhan Calang sebagai penghubung utama.

Layanan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas harian masyarakat Simeulue, baik untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan, maupun layanan publik. Kehadiran transportasi reguler menjadi solusi yang dinanti warga kepulauan.

Peresmian layanan transportasi baru di Aceh

Peresmian layanan transportasi ini dilaksanakan pada 5 Januari 2026 di Kantor DAMRI Cabang Aceh. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Anggota DPR RI Komisi V, pimpinan DPRK, pemerintah daerah, serta instansi perhubungan terkait.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menegaskan pentingnya layanan ini bagi masyarakat Aceh. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan operator transportasi menjadi kunci sukses pengembangan layanan publik.

Momentum peresmian ini juga menandai beroperasinya layanan Antar Kota DAMRI pertama di Provinsi Aceh. Hal ini menjadi tonggak awal integrasi transportasi darat antardaerah di wilayah tersebut.

Rute Banda Aceh Sinabang dengan tarif terjangkau

Rute Banda Aceh–Terminal Sinabang dilayani dengan jadwal keberangkatan pukul 09.00 WIB dari Banda Aceh. Sementara itu, keberangkatan dari Sinabang dijadwalkan pukul 15.00 WIB.

Tarif yang ditetapkan untuk rute ini sebesar Rp180.000. Penetapan harga tersebut diharapkan tetap terjangkau bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan operasional layanan.

Layanan ini menjadi alternatif penting bagi warga Simeulue yang selama ini bergantung pada moda transportasi terbatas. Dengan jadwal tetap, perjalanan antardaerah menjadi lebih pasti dan terencana.

Layanan perintis Banda Aceh Jantho

Selain layanan Antar Kota, DAMRI juga menghadirkan layanan perintis Terminal Batoh Banda Aceh–Jantho di Aceh Besar. Rute ini beroperasi dengan jadwal keberangkatan pukul 06.30 WIB dari Banda Aceh dan 15.00 WIB dari Jantho.

Tarif layanan perintis ini ditetapkan sebesar Rp10.000. Harga tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterjangkauan transportasi bagi masyarakat di daerah penyangga ibu kota provinsi.

Dengan adanya layanan perintis, masyarakat Aceh Besar diharapkan memiliki akses transportasi yang lebih mudah menuju pusat aktivitas. Layanan ini juga mendukung mobilitas pelajar, pekerja, dan pelaku usaha kecil.

Harapan DAMRI terhadap peningkatan mobilitas Aceh

Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S., menyampaikan bahwa layanan Antar Kota di wilayah Aceh menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar masyarakat Aceh.

“Layanan Antar Kota di wilayah Aceh menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar masyarakat Aceh,” ujar Septian.

Ia menambahkan bahwa melalui layanan ini, akses mobilitas di Aceh diharapkan semakin merata. Fokus utama diarahkan pada wilayah kepulauan dan daerah di luar pusat kota yang selama ini membutuhkan perhatian khusus.

“Melalui layanan ini, akses mobilitas di Aceh diharapkan semakin merata, khususnya bagi wilayah kepulauan dan daerah di luar pusat kota,” tutup Septian.

Akses transportasi terintegrasi dan berkelanjutan

Dengan beroperasinya layanan Antar Kota DAMRI pertama di Aceh, akses transportasi darat antardaerah diharapkan semakin terintegrasi. Masyarakat kini memiliki pilihan transportasi yang aman dan terjadwal.

Upaya ini sejalan dengan komitmen menghadirkan layanan publik yang terjangkau dan berkelanjutan. Transportasi yang andal menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, kehadiran rute-rute baru DAMRI di Aceh diharapkan terus berkembang. Integrasi transportasi darat dan laut menjadi kunci memperkuat konektivitas Aceh secara menyeluruh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index