JAKARTA - Upaya menghadirkan layanan transportasi ramah lingkungan terus diperluas di kawasan bandara.
Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, kini mengambil langkah konkret dengan mendukung operasional transportasi berbasis kendaraan listrik melalui kerja sama dengan startup penyedia jasa taksi listrik, Evista.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bandara dalam menyesuaikan diri dengan arah kebijakan nasional terkait pengurangan emisi. Kehadiran armada listrik di area bandara diharapkan mampu memberi dampak positif, baik bagi lingkungan maupun bagi kualitas layanan penumpang yang terus berkembang.
Komitmen Bandara Terhadap Lingkungan
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menegaskan bahwa penggunaan mobil listrik di kawasan bandara sejalan dengan program pemerintah. Langkah ini dinilai sebagai kontribusi nyata dalam menekan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi udara dan darat.
“Hal ini merupakan langkah perlahan Bandara Internasional Juanda untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi produksi gas karbon di wilayah kerja kami,” kata Tohir dalam peresmian layanan tersebut di Sidoarjo, Senin.
Menurut Tohir, inisiatif ini bukan sekadar kerja sama bisnis, melainkan bagian dari transformasi layanan bandara. Lingkungan bandara yang lebih hijau dan berkelanjutan menjadi target jangka panjang yang terus diupayakan secara bertahap.
Inovasi Berkelanjutan di Area Bandara
Bandara Internasional Juanda, lanjut Tohir, akan terus menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung konsep bandara ramah lingkungan. Penggunaan kendaraan listrik dinilai sebagai salah satu langkah awal yang dapat memberikan dampak langsung dan terukur.
Inovasi ini juga diharapkan mampu mendorong pihak lain di lingkungan bandara untuk ikut beralih ke teknologi yang lebih bersih. Dengan begitu, ekosistem bandara dapat berkembang seiring dengan tuntutan global terhadap transportasi berkelanjutan.
Selain aspek lingkungan, inovasi tersebut juga berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan. Penumpang kini memiliki pilihan transportasi yang lebih modern, nyaman, dan selaras dengan tren mobilitas masa depan.
Pilihan Transportasi Ramah Penumpang
Kehadiran layanan transportasi listrik dari Evista di Bandara Juanda memberikan alternatif baru bagi penumpang. Layanan ini melayani perjalanan dari dan menuju bandara dengan konsep ramah lingkungan tanpa mengesampingkan kenyamanan.
Tohir menyampaikan bahwa layanan tersebut memperkuat sistem transportasi penunjang bandara. Penumpang dapat memilih moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari sisi kenyamanan, kelas layanan, maupun kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, kehadiran taksi listrik juga dinilai mampu meningkatkan citra bandara. Bandara tidak hanya menjadi simpul transportasi udara, tetapi juga etalase penerapan teknologi hijau di sektor transportasi darat.
Layanan Premium Berbasis Mobil Listrik
Tak hanya menghadirkan layanan reguler, Evista juga menawarkan kelas premium bagi penumpang. Armada mobil listrik BYD Denza D9 disiapkan untuk melayani penumpang yang menginginkan layanan eksklusif dengan standar kenyamanan lebih tinggi.
Menurut Tohir, kehadiran layanan premium ini dapat mengakomodir permintaan penumpang dengan segmen tertentu. Konsep eksklusif tetap dikombinasikan dengan prinsip ramah lingkungan.
“Evista juga dapat mengakomodasi permintaan transportasi premium yang ramah lingkungan,” kata Tohir.
Layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi penumpang bisnis maupun penumpang premium yang membutuhkan transportasi berkualitas tinggi tanpa meninggalkan aspek keberlanjutan.
Strategi Evista Masuki Bandara Juanda
Di sisi lain, CEO Evista Erlang Hadiwiguna menjelaskan bahwa kerja sama dengan Bandara Internasional Juanda merupakan langkah strategis perusahaan. Juanda sebagai bandara terbesar ketiga di Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang besar.
Ia menyebutkan bahwa Evista ingin menjangkau pengguna jasa bandara yang membutuhkan layanan transportasi nyaman dan modern. Kehadiran di bandara menjadi bagian dari ekspansi layanan perusahaan di sektor mobilitas bandara.
“Kami siap memberikan layanan mobilitas bandara yang nyaman dan ramah lingkungan, dengan jam operasional setiap hari sesuai jam operasional bandara yakni sejak penerbangan pertama hingga penerbangan terakhir setiap harinya,” kata Erlang.
Kesiapan Armada dan Operasional
Erlang mengungkapkan bahwa saat ini Evista menyiapkan total 15 unit kendaraan listrik untuk melayani penumpang Bandara Juanda. Armada tersebut terdiri dari sepuluh unit mobil listrik BYD M6 dan lima unit BYD Denza D9 untuk layanan Elite atau premium.
Seluruh armada disiapkan untuk beroperasi mengikuti jam operasional bandara. Dengan demikian, penumpang yang tiba maupun berangkat pada berbagai jam tetap dapat mengakses layanan transportasi ini dengan mudah.
Kesiapan armada dan layanan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas penumpang sekaligus mendukung transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. Kolaborasi Bandara Juanda dan Evista pun menjadi contoh penerapan transportasi hijau di kawasan bandara Indonesia.