JAKARTA - Industri otomotif China sepanjang 2025 menampilkan dinamika yang kontras.
Sejumlah pabrikan mampu melesat melampaui target penjualan, sementara sebagian lainnya harus menerima kenyataan tidak tercapainya ambisi awal yang telah dicanangkan sejak awal tahun.
Berdasarkan data akhir tahun yang dihimpun CarNewsChina, performa penjualan masing-masing merek menunjukkan variasi signifikan. Perbedaan strategi, kondisi pasar, serta tingkat persaingan kendaraan listrik turut memengaruhi hasil akhir penjualan sepanjang tahun.
Di tengah pertumbuhan pasar kendaraan energi baru, target agresif menjadi pedang bermata dua. Beberapa pabrikan berhasil memanfaatkannya sebagai pendorong ekspansi, namun ada pula yang justru tertinggal jauh dari rencana semula.
Dominasi Pemimpin Pasar Tetap Terjaga
BYD masih mempertahankan posisinya sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di China. Sepanjang 2025, perusahaan ini membukukan penjualan sebanyak 4.602.436 unit di seluruh segmen yang digarapnya.
Capaian tersebut setara dengan 83,68 persen dari target ambisius 5,5 juta unit. Meski gagal memenuhi target yang telah ditetapkan, BYD tetap menjadi pemimpin pasar dari sisi volume penjualan nasional.
Stabilnya penjualan BYD menunjukkan kekuatan merek dan luasnya portofolio produk. Namun, angka tersebut juga menegaskan bahwa target tinggi di tengah kompetisi ketat tidak selalu mudah diwujudkan sepenuhnya.
Strategi Target Fleksibel Berbuah Manis
Geely Automobile mencatat hasil yang relatif positif sepanjang tahun. Total penjualan mencapai 3.024.567 unit, sedikit melampaui target tahunan 3 juta unit dengan tingkat pencapaian 100,82 persen.
Menariknya, Geely awalnya menetapkan target lebih rendah, yakni 2,71 juta unit pada awal 2025. Target tersebut kemudian direvisi naik di pertengahan tahun seiring tren penjualan yang terus membaik.
Jika dihitung berdasarkan target awal, tingkat pencapaian Geely mencapai 111,6 persen. Fleksibilitas dalam penyesuaian target dinilai menjadi salah satu faktor keberhasilan pabrikan ini.
Pabrikan Menengah Hadapi Tekanan Pasar
Chery Automobile menutup tahun dengan penjualan 2.631.381 unit. Angka ini setara dengan 80,72 persen dari target 3,26 juta unit yang telah ditetapkan sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan performa yang cukup solid, meski belum mampu memenuhi target sepenuhnya. Persaingan di segmen kendaraan konvensional dan listrik menjadi tantangan tersendiri bagi Chery.
Tekanan biaya produksi serta fluktuasi permintaan juga berkontribusi terhadap hasil akhir penjualan. Kondisi ini menggambarkan situasi yang dihadapi banyak pabrikan menengah di China.
Target Terlalu Agresif Jadi Bumerang
Great Wall Motor menjadi contoh paling mencolok dari target yang terlalu tinggi. Sepanjang 2025, perusahaan ini hanya mencatatkan penjualan 1.323.672 unit.
Jumlah tersebut setara dengan 33,09 persen dari target sangat agresif sebesar 4 juta unit. Selisih yang lebar ini menjadi yang terbesar di antara pabrikan otomotif China lainnya.
Kondisi tersebut menyoroti risiko penetapan target tanpa perhitungan matang. Di tengah perubahan preferensi konsumen, strategi ekspansi yang terlalu agresif dapat berujung pada hasil yang jauh dari harapan.
Merek Baru Tampil Sebagai Pengejut
Di sisi lain, beberapa merek justru tampil sebagai overperformer sepanjang 2025. Leapmotor berhasil mencatatkan penjualan 596.555 unit, melampaui target 500 ribu unit.
Tingkat pencapaiannya mencapai 119,31 persen, menunjukkan daya tarik produknya di segmen kendaraan listrik. Keberhasilan ini menegaskan potensi merek baru dalam menantang pemain lama.
Xpeng Motors juga membukukan hasil positif dengan pengiriman 429.445 unit. Angka tersebut setara 122,69 persen dari target 350 ribu unit yang ditetapkan sebelumnya.
Pendatang Baru Mencuri Perhatian Pasar
Xiaomi Auto, yang menjalani tahun penuh pertamanya dalam produksi massal, mencatatkan pengiriman lebih dari 400 ribu unit sepanjang 2025. Hasil ini melampaui target 350 ribu unit.
Tingkat pencapaiannya tercatat di atas 114,29 persen, menjadikannya salah satu pendatang baru paling sukses. Antusiasme konsumen terhadap merek teknologi yang masuk ke otomotif menjadi faktor pendukung.
Xiaomi juga melaporkan penjualan pada Desember melampaui 50 ribu unit. Meski tidak merinci angka pastinya, capaian tersebut menegaskan momentum positif di akhir tahun.
Merek Besar Masih Mengejar Target
Tidak semua pemain besar mampu memenuhi target yang dicanangkan. HIMA hanya membukukan penjualan 589.107 unit atau 58,91 persen dari target 1 juta unit.
Li Auto mencatatkan pengiriman 406.343 unit sepanjang tahun. Angka ini setara dengan 63,49 persen dari target 640 ribu unit yang ditetapkan sebelumnya.
Nio menunjukkan performa yang relatif kuat pada Desember dengan penjualan 48.135 unit, naik 32,70 persen secara bulanan. Namun secara tahunan, total penjualannya mencapai 326.028 unit atau 74,10 persen dari target 440 ribu unit.
Kondisi ini mencerminkan ketatnya persaingan di pasar otomotif China. Tahun 2025 menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh skala besar, tetapi juga ketepatan strategi dan adaptasi terhadap dinamika pasar.