BMKG

BMKG Waspadai Hujan Lebat Angin Kencang Hingga Januari

BMKG Waspadai Hujan Lebat Angin Kencang Hingga Januari
BMKG Waspadai Hujan Lebat Angin Kencang Hingga Januari

JAKARTA - Perubahan cuaca kembali menjadi perhatian utama masyarakat di awal tahun. 

Dalam beberapa hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memproyeksikan kondisi tersebut berlangsung setidaknya sampai Kamis, 8 Januari 2026. Faktor utama pemicunya adalah masih aktifnya siklon tropis IGGY yang terpantau berada di Samudera Hindia selatan Jawa.

Meski diperkirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, dampak tidak langsung dari sistem cuaca tersebut tetap berpengaruh. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga petir dalam beberapa hari mendatang.

Dampak Siklon Tropis Masih Terasa

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, siklon tropis IGGY memberikan kontribusi signifikan terhadap dinamika atmosfer di Indonesia. Peningkatan curah hujan dipicu oleh pengaruh tidak langsung dari sistem tersebut.

“Dalam beberapa hari ke depan sistem ini diperkirakan dapat mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI (Daerah Istimewa) Yogyakarta,” ujar Andri dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Selain itu, BMKG mencatat adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir di sejumlah daerah. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Kamis, 8 Januari 2026.

Sirkulasi Angin Picu Cuaca Ekstrem

Tak hanya siklon tropis, sirkulasi siklonik juga terpantau di wilayah Kalimantan Utara. Pola ini membentuk daerah perlambatan angin dan pertemuan angin yang memicu pertumbuhan awan hujan.

Andri menyebutkan, pola sirkulasi tersebut memanjang dari Sulawesi Tengah menuju Kalimantan Utara. Selain itu, terdapat pula pola dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara yang perlu diwaspadai.

Kondisi serupa diprediksi terjadi di Perairan Barat Aceh, serta dari Samudera Hindia barat daya Bengkulu hingga Selat Sunda bagian selatan. Situasi ini semakin mendukung terbentuknya awan hujan dengan intensitas tinggi.

Suhu Laut Hangat Perkuat Hujan

BMKG juga mengamati suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan Indonesia. Kondisi ini memperkaya suplai uap air yang menjadi bahan baku utama pembentukan awan hujan.

Wilayah yang terdampak meliputi Pesisir Barat Aceh, Selat Malaka, perairan selatan Kepulauan Natuna, hingga perairan Timur Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dampak serupa juga terpantau di perairan utara Jawa bagian barat.

Tak hanya itu, Teluk Cenderawasih serta Samudera Pasifik utara Papua juga mengalami kondisi yang sama. Kombinasi suhu laut hangat dan dinamika atmosfer meningkatkan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Fenomena Atmosfer Masih Aktif

Andri menjelaskan, sejumlah fenomena atmosfer global dan regional masih aktif dalam beberapa hari ke depan. Madden-Julian Oscillation, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau melintasi banyak wilayah Indonesia.

“Fenomena-fenomena ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak,” ucap Andri. Wilayah yang terpengaruh mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua bagian barat.

Selain itu, fenomena seruakan udara dingin atau cold surge dari Asia diperkirakan menguat. Kondisi ini turut memengaruhi pola cuaca regional dan meningkatkan potensi hujan di sejumlah daerah.

Wilayah Perlu Waspada Hingga Gelombang Tinggi

Berdasarkan prediksi BMKG hingga Kamis, 8 Januari 2026, cuaca Indonesia umumnya didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah daerah perlu mewaspadai hujan dengan intensitas sedang.

Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Selain itu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta juga masuk dalam daftar kewaspadaan.

BMKG juga memperkirakan potensi hujan di Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Tak hanya di darat, perairan Indonesia juga perlu diwaspadai. Gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter diprediksi terjadi di Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan cuaca. Perubahan kondisi dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi.

“BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG melalui berbagai kanal informasi,” papar Andri.

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa hujan masih akan mengguyur sejumlah wilayah hingga Januari 2026. Bahkan pada Maret 2026, curah hujan di beberapa daerah diprediksi bisa mencapai kategori sangat tinggi dengan intensitas hingga 500 milimeter.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index