SINI Proyeksi Pendapatan Tambang Baru Tembus US$3,26 Miliar

Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:50:31 WIB
PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten terafiliasi Happy Hapsoro, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), memproyeksikan potensi pendapatan dari sepasang proyek tambang batu bara yang dikembangkan melalui entitas usahanya, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP) di Kalimantan Tengah, sanggup menyentuh kisaran US$3,26 miliar sepanjang umur tambang.

Direktur Utama SINI Amir Antolis mengutarakan estimasi pendapatan sekira US$3,26 miliar tersebut dikalkulasikan memanfaatkan asumsi harga pasar batu bara berbasis ICI, bukan harga tetap, sehingga angkanya menyelaraskan dengan mutu batu bara yang diproduksi oleh tiap-tiap tambang.

Untuk proyek PT PBC, perseroan menaksir potensi pendapatan berada pada angka sekitar US$2,604 miliar dengan acuan asumsi harga jual batu bara US$62 per ton serta target produksi akumulatif 42 juta ton selama masa operasional tambang. 

Sementara itu, proyek PT CBP ditargetkan menyumbangkan pendapatan sekira US$656 juta mengacu pada asumsi harga jual US$82 per ton dan target produksi akumulatif 8 juta ton.

"Basis perhitungan estimasi pendapatan menggunakan asumsi harga pasar batu bara berdasarkan ICI yang disesuaikan dengan kualitas batu bara," ujar Amir dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026).

Pihak perseroan menerangkan bahwa PT PBC dan PT CBP berstatus sebagai entitas usaha SINI yang sedang digarap sebagai proyek tambang batu bara baru.

Agenda first cut pada PT PBC dipatok mulai bergulir pada kuartal IV/2026, sedangkan PT CBP dijadwalkan memasuki tahapan operasional pada semester II/2027 usai pengerjaan jalan akses menuju lokasi tambang rampung serta mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Seiring perintisan kedua proyek itu, perseroan turut terus menggenjot percepatan pembangunan sarana pendukung.

Hingga saat ini, perintisan hauling road menuju PT CBP telah menyentuh sekitar 83,74% untuk segmen jalan ke arah CBP dan ditargetkan tuntas pada Februari 2027. Adapun, bagian segmen jalan menuju PBC telah selesai digarap dan saat ini mulai memasuki tahapan surfacing.

Di sisi berbeda, alur pembebasan lahan masih terus diupayakan. Amir membeberkan bahwa laju pembebasan lahan pada area operasional PT PBC telah mencapai kisaran 45%, sedangkan PT CBP berkisar 15% dari total alokasi lahan yang dirancang.

Menurut pertimbangannya, hambatan utama dalam proses akuisisi lahan bersumber dari klaim kepemilikan maupun penguasaan lahan oleh pihak ketiga, dinamika negosiasi bersama pemilik tanah, hingga validasi legalitas serta hak milik yang memakan durasi waktu.

"Perseroan secara aktif melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses pembebasan lahan dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga memperlancar pelaksanaan rencana pengembangan usaha Perseroan," ujar Amir.

Amir juga memaparkan bahwa hingga momen ini belum terdapat ikatan kontrak penjualan batu bara yang resmi ditandatangani, baik untuk hasil produksi PT PBC maupun PT CBP. 

Namun, SINI tengah menjajaki aliansi kerja sama dengan beberapa calon pembeli yang memiliki kapasitas serta rekam jejak di industri terkait.

Tags

Terkini