JAKARTA — Kembalinya merek Ace Hardware ke Indonesia melalui PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) kembali memanaskan peta persaingan pada industri ritel perlengkapan rumah tangga.
Ace Hardware diketahui telah meresmikan gerai utamanya pada akhir Juli 2026 di Sunter Mall, lalu disusul pembukaan gerai kedua di kawasan Serpong.
Kendati demikian, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) atau MR.D.I.Y. Indonesia menilai arah strategi bisnis perseroan tidak bakal berganti sekadar lantaran kembalinya pemain lama tersebut.
Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil menyampaikan perseroan terus mengamati pergerakan industri beserta dinamika persaingan. Walau begitu, strategi perusahaan tidak dirancang berdasarkan pergerakan satu kompetitor tertentu.
"Strategi kami tidak disusun berdasarkan pergerakan satu pemain tertentu. Fokus kami adalah memperkuat relevansi bagi pelanggan melalui proposisi nilai Hemat, Lengkap, Dekat," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Rika membeberkan bahwa pembeda MDIY disokong oleh lebih dari 18.000 varian produk yang terbagi ke dalam 10 kategori.
Lewat konsep ini, para pembeli dapat memenuhi aneka kebutuhan rumah tangga maupun gaya hidup di satu tempat dengan tarif terjangkau serta mutu yang senantiasa terjaga.
Di samping itu, kepemilikan jaringan lebih dari 1.300 toko di seantero Indonesia menjadi keunggulan bersaing perseroan.
Cakupan luas tersebut dinilai memperkokoh efisiensi pasokan dan logistik sekaligus mempererat kolaborasi dengan pelbagai merek global, produsen lokal, hingga produk berbasis intellectual property (IP).
Rika berpandangan kalau perpaduan tersebut memungkinkan perseroan memelihara ketersediaan barang yang relevan berharga kompetitif secara berkelanjutan, terlepas dari kian sengitnya persaingan di sektor ritel rumah tangga.
Demi memelihara laju pertumbuhan same store sales growth (SSSG) pada semester II/2026, perseroan berfokus mendongkrak tingkat kunjungan konsumen dan produktivitas gerai lewat penyegaran lini produk, menjaga ketersediaan pasokan, menggelar promosi yang pas, serta meningkatkan kenyamanan berbelanja.
Rika menuturkan situasi ekonomi yang mendorong masyarakat makin cermat mengalokasikan anggaran rumah tangga justru makin memperkuat relevansi model bisnis perusahaan yang menyajikan produk lengkap berbiaya terjangkau.
Walau begitu, pihaknya mengakui masih ada deretan tantangan pada paruh kedua tahun ini, mulai dari tekanan daya beli konsumen, pergeseran pola konsumsi, hingga dinamika biaya operasional dan persaingan industri.
"Karena itu, kami akan terus menjalankan ekspansi secara disiplin, menjaga efisiensi operasional, dan memastikan pilihan produk tetap sesuai dengan kebutuhan pelanggan," katanya.
Target Ekspansi MDIY
Di tengah kelesuan daya beli, MR.D.I.Y. juga belum memiliki rencana merombak target bisnis tahun ini. Rika mengutarakan pencapaian kinerja sepanjang semester I/2026 menjadi pijakan kokoh untuk meneruskan pertumbuhan di paruh kedua tahun ini.
Lantaran hal tersebut, perseroan tetap memegang target pembukaan minimal 270 toko baru sepanjang tahun 2026.
Pada paruh pertama 2026, perseroan telah mengoperasikan 130 toko baru sehingga total keseluruhan jaringan MR.D.I.Y. Indonesia kini menyentuh 1.349 toko di berbagai penjuru negeri.
Sejauh ini, menurut Rika, pengalaman perseroan sepanjang rentang tahun 2024, 2025, sampai semester I/2026 memperlihatkan kecakapan MR.D.I.Y. dalam mengepakkan ekspansi secara konsisten tanpa mengorbankan produktivitas outlet.