Ma'ruf Amin Ingatkan Pentingnya Jaga Stabilitas dan Konstitusi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:30:32 WIB
Wakil Presiden ke-13 RI K.H. Ma'ruf Amin [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Presiden ke-13 RI K.H. Ma'ruf Amin menaruh harapan besar agar momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berfungsi sebagai pengingat bagi segenap elemen bangsa untuk senantiasa merawat kesepakatan nasional serta memprioritaskan penyelesaian perbaikan melalui koridor mekanisme konstitusional, alih-alih memicu timbulnya kegaduhan di ruang publik.

"Harapan saya negara ini tetap kami itu harus dalam koridor kesepakatan nasional. Kami kan sudah punya kesepakatan ya untuk bersama-sama membangun negara ini. Nah kalau ada sesuatu itu ya harus dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan aturan. Kalau memang ada yang salah ya dibetulkan," kata Ma'ruf, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan pandangannya, berbagai permasalahan aktual yang timbul di tengah masyarakat seharusnya diurai serta diselesaikan lewat jalur mekanisme resmi yang telah disepakati bersama dalam tatanan sistem bernegara, bukannya justru melahirkan polemik berkepanjangan yang beresiko menghambat roda kemajuan bangsa.

"Jadi bukan kemudian terjadi kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu sebab kalau itu Indonesia ini tidak pernah maju," ujarnya.

Di samping menyoroti urgensi pemeliharaan stabilitas nasional, Ma'ruf turut memberikan penekanan kuat perihal pentingnya konsistensi dalam mengimplementasikan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai fondasi utama arsitektur pembangunan ekonomi nasional.

 Menurut penjelasannya, setiap produk kebijakan yang dikeluarkan negara wajib diarahkan guna memastikan bahwa seluruh kekayaan alam Indonesia dikelola semata-mata untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Nah yang kedua yang saya konsen itu bahwa kalau kami ingin makmur itu ya Pasal 33 itu harus ditegakkan, bahwa semua kekayaan negara ini untuk sebesar-besar kemakmuran dan semua kebijakan harus berpegang pada itu," katanya.

Ia memberikan pesan pengingat agar seluruh pemangku kepentingan bersedia menanggalkan ego kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan politik tertentu manakala merumuskan suatu kebijakan publik.

"Semua harus komitmen, semua harus bisa menerima, jangan hanya kepentingan pribadinya, kepentingan kelompoknya, kepentingan politiknya. Nah ini semua harus menata ulang kesepakatan-kesepakatan ini, kami kembali pada kesepakatan sebagai bangsa itu," ujarnya.

Ma'ruf memanjatkan asa agar semangat kebangsaan tersebut mampu bertransformasi menjadi modal utama bagi Indonesia untuk konsisten melakukan perbaikan di berbagai sektor kehidupan, sehingga cita-cita luhur kemerdekaan sebagaimana diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dapat tercapai secara bertahap.

"Kalau saya berharap begitu sehingga negara ini dari hari ke hari itu terus mengalami perbaikan-perbaikan menuju cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945," kata Ma'ruf.

Tags

Terkini