Tekan Stunting, BGN Genjot Pembangunan Dapur MBG di Wilayah Prioritas

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:19:02 WIB
Karyawan menyiapkan makan bergizi gratis [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menempatkan fokus utama pada agenda pembangunan serta percepatan aktivasi operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikenal pula sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), secara spesifik menyasar wilayah kabupaten serta kota yang memiliki tingkat prevalensi angka stunting tinggi. 

Kebijakan strategis ini ditempuh berlandaskan hasil pemetaan komprehensif mengenai kawasan rawan stunting yang dihimpun langsung oleh pihak Kementerian Kesehatan guna memperkuat efektivitas intervensi penanggulangan stunting.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan bahwa jajarannya telah menyerahkan secara resmi daftar inventarisasi wilayah kabupaten dan kota yang mencatatkan angka stunting tinggi serta sangat tinggi kepada Kepala BGN Sudaryono, agar data tersebut dapat dijadikan landasan acuan utama dalam menentukan skala prioritas eksekusi program MBG.

"Saya sudah kirimkan daftar kabupaten dan kota yang data stunting-nya tinggi dan tinggi sekali," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Sebagai langkah responsif menindaklanjuti data tersebut, Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa pihaknya langsung menginstruksikan pencocokan data peta sebaran stunting dengan titik-titik lokasi dapur MBG yang eksisting. 

Menurut pandangannya, Kementerian Kesehatan memiliki kelengkapan basis data kesehatan yang sangat rinci hingga level daerah, termasuk menghimpun temuan dari pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta ragam instrumen pencatatan kesehatan lainnya.

"Kami mendapatkan daftar dari Pak Menkes. Kemudian kami mencocokkan dengan data dapur yang kami miliki, apakah di wilayah dengan stunting tinggi itu sudah ada dapurnya atau belum," kata Sudaryono.

Apabila fasilitas fisik dapur MBG terpantau telah berdiri di wilayah sasaran tersebut, pihak BGN bakal langsung menggenjot tahapan percepatan aktivasi agar layanan bisa segera beroperasi dalam waktu dekat. Sebaliknya, bilamana kawasan dengan prevalensi stunting tinggi tersebut belum memiliki infrastruktur dapur MBG sama sekali, pemerintah secara tegas akan memprioritaskan pembangunan unit dapur baru di sana.

"Kalau sudah ada, maka segera kami aktivasi. Kalau belum ada dapur, kalau perlu kami khusus membuat dapur di tempat-tempat itu," ujarnya.

Sudaryono menegaskan bahwa fokus penanganan ini bakal dikawal ketat sebagai agenda prioritas BGN dalam beberapa hari hingga pekan ke depan. Percepatan operasional dapur MBG di kawasan prioritas ini diyakini mampu mendongkrak kekuatan intervensi pemenuhan asupan gizi bagi target sasaran, sekaligus mengakselerasi penurunan angka prevalensi stunting secara nasional.

Ia tidak menampik fakta bahwa sebagian dari wilayah prioritas tersebut berada di titik-titik daerah yang relatif terpencil. Kendati demikian, BGN tetap berkomitmen melakukan kalkulasi matang terkait estimasi kebutuhan pembangunan agar layanan distribusi MBG tetap mampu menjangkau lapisan masyarakat di daerah pelosok.

"Kami fokus bagaimana mengaktifkan dapur-dapur yang berada di wilayah dengan kondisi stunting tinggi dan tinggi sekali," kata Sudaryono.

Tags

Terkini