SMK Negeri 2 Talaud Miangas Akhirnya Direvitalisasi Setelah 21 Tahun

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:40:02 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sukses merampungkan perbaikan sarana serta prasarana penunjang layanan pendidikan agar menjadi jauh lebih layak bagi lembaga sekolah yang berlokasi di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tepatnya di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, melalui implementasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Berdasarkan siaran pers resmi yang dipublikasikan di Kota Jakarta pada hari Kamis, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa langkah perbaikan sekolah di Pulau Miangas tersebut merupakan implementasi langsung dari mandat Presiden Prabowo Subianto agar jajaran Kemendikdasmen senantiasa menghadirkan standar layanan pendidikan terbaik bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali.

Upaya tersebut, menurut Mu'ti, sekaligus merepresentasikan wujud manifes dari pilar visi besar Pendidikan Bermutu untuk Semua, yang menyasar secara merata hingga ke masyarakat yang bermukim di titik-titik terluar wilayah kedaulatan Indonesia.

“Semoga seluruh bantuan yang diberikan baik berupa pembangunan sarana prasarana dan peralatan digital menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan wujud nyata upaya membangun generasi Indonesia yang hebat, unggul, cerdas, dan berkarakter,” kata Mendukbangga Mu'ti.

Salah satu institusi satuan pendidikan yang menjadi sasaran penerima manfaat dari program revitalisasi masif tersebut adalah SMK Negeri 2 Talaud Miangas, sebuah lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak tahun 2004 silam dan tercatat sebagai satu-satunya tumpuan harapan bagi anak-anak di Pulau Miangas dalam menimba ilmu pendidikan kejuruan.

Kepala SMK Negeri 2 Talaud, Patriarti G. Urendeng, menceritakan bahwa sebelum sentuhan revitalisasi ini digulirkan, sebagian besar fasilitas sarana dan prasarana sekolah mengalami kerusakan parah, mulai dari kondisi fasilitas toilet yang harus dipakai secara bergiliran, problem atap ruang kelas yang bocor saat hujan, kusen jendela rusak, dinding bangunan retak-retak, hingga jaringan instalasi kelistrikan yang sudah tidak memenuhi standar kelayakan.

“Puji syukur setelah 21 tahun berdiri, sekolah kami akhirnya mendapat bantuan revitalisasi dengan dana lebih dari Rp997 juta. Kemudian, dana itu diperuntukkan bagi rehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, dan satu ruang BK,” kata Patriarti.

Di mata Patriarti, program revitalisasi ini tidak sekadar berfokus pada perbaikan struktur fisik bangunan semata, melainkan sukses mendongkrak kualitas ekosistem lingkungan belajar secara menyeluruh.

Ruang-ruang kelas yang kini telah tuntas direhabilitasi menjadi jauh lebih nyaman untuk ditempati serta telah dilengkapi dengan dukungan perabot baru yang memadai guna menunjang kelancaran kegiatan praktik pembelajaran siswa.

“Hebatnya hasil revitalisasi ini adalah selain mengubah fisik sekolah kami, juga mengubah stigma para orang tua menjadi lebih percaya menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir kami mendapatkan jumlah murid yang masuk lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Patriarti.

Perubahan positif yang signifikan tersebut turut dirasakan langsung oleh para orang tua murid, salah satunya adalah Maria Awalla yang mengaku kini jauh lebih mantap dan yakin untuk mempercayakan pendidikan anaknya di SMK Negeri 2 Talaud berkat peningkatan fasilitas belajar yang kian representatif.

“Sekarang fasilitas ruang kelas, toilet, dan beberapa lainnya sudah jauh lebih baik. Kami sebagai orang tua tentunya percaya bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang bisa mengantarkan putra putri kami meraih masa depannya,” kata Maria.

Respon antusias serupa juga disuarakan oleh Alfia Lalala, salah seorang siswi aktif kelas XI yang mengambil program keahlian jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga.

Ia mengaku diliputi perasaan bangga lantaran lingkungan sekolahnya kini telah memiliki ketersediaan fasilitas penunjang yang jauh lebih memadai guna menemani proses kegiatan belajar sehari-hari.

“Senang sekali sekarang ada fasilitas baru di sekolah kami. Kami merasa senang di sekolah. Terima kasih, Pak Presiden dan Pak Menteri,” kata Alfia.

Tags

Terkini