JAKARTA — Harga komoditas emas dunia diprediksi bakal meneruskan laju penguatannya pada sesi perdagangan hari ini, Rabu (5/8/2026), dengan sasaran terdekat pada level 4.135. Apabila dorongan beli terus konsisten berlanjut, pergerakan harga berpeluang menguji titik resistance berikutnya di kisaran 4.202.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit memaparkan bahwa secara teknikal pergerakan emas mulai menunjukkan sinyal bullish usai berhasil keluar dari fase konsolidasi.
Dinamika harga pada grafik harian membentuk pola Bullish Pennant yang telah terkonfirmasi lewat breakout, sehingga melapangkan jalan bagi berlanjutnya tren naik.
"Breakout dari pola Bullish Pennant menjadi indikasi bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar setelah fase konsolidasi," ujar Geraldo dalam riset hariannya, Rabu (5/8/2026).
Selain pola teknikal tersebut, indikator Moving Average (MA) 21 saat ini bertindak sebagai dynamic support, sehingga selama posisi harga mampu bertahan di atas area tersebut, tren penguatan dinilai masih terjaga.
Sementara itu, indikator Stochastic masih terus merambat naik menuju wilayah overbought, menggambarkan momentum bullish yang masih solid meskipun potensi koreksi jangka pendek tetap patut diantisipasi.
Mengacu pada kombinasi indikator tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas memiliki potensi untuk menguji level 4.135 sebagai sasaran terdekat. Jika batas tersebut mampu ditembus dengan konfirmasi yang kuat, laju kenaikan diprediksi berlanjut menuju 4.202.
Ditinjau dari aspek fundamental, arah pergerakan emas masih dibayangi oleh dua sentimen utama yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, eskalasi ketegangan geopolitik yang memanas terus menopang minat terhadap aset safe haven, termasuk emas.
Kecemasan pasar kembali terangkat seiring beredarnya laporan mengenai menipisnya cadangan rudal presisi jarak jauh Amerika Serikat akibat konflik dengan Iran.
Namun di sisi lain, menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat berisiko menahan laju kenaikan harga emas.
Sejumlah pengumuman data ekonomi AS yang melampaui ekspektasi memicu optimisme terhadap daya tahan ekonomi Negeri Paman Sam, sekaligus menguatkan perkiraan bahwa Federal Reserve masih bakal mempertahankan arah kebijakan moneter yang relatif ketat.
Para pelaku pasar turut menantikan rilis data ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk atas arah kebijakan suku bunga The Fed.
Data yang lebih solid berpotensi memperkasai dolar AS dan menekan emas, sedangkan publikasi data yang lebih lemah dapat mendongkrak ekspektasi pelonggaran suku bunga sehingga menjadi amunisi positif bagi logam mulia.
Dengan demikian, selama harga sanggup bertahan di atas kisaran MA 21 dan momentum breakout tetap terjaga, prospek emas masih cenderung positif dengan target kenaikan pada posisi 4.135 dan 4.202.
Adapun pergerakan dolar AS, rilis indikator ekonomi Amerika Serikat, serta dinamika geopolitik diproyeksikan menjadi pendorong utama yang menentukan terwujudnya target tersebut pada perdagangan hari ini.