JAKARTA - Hardiyanto Kenneth, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, mendorong perluasan ruang belajar gratis untuk anak-anak di Jakarta guna membuka akses pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi keluarga prasejahtera.
Menurut Kenneth, ruang belajar berbasis komunitas dapat melengkapi pendidikan formal sekaligus mendampingi anak-anak yang membutuhkan pelajaran tambahan di luar sekolah.
"Keberadaan ruang belajar seperti itu menunjukkan anak-anak Jakarta tetap memiliki semangat untuk belajar meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Saya melihat harapan, mimpi, dan tekad yang luar biasa dari mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan," ujar Kenneth , melalui pesan singkat, Rabu (5/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Kenneth seusai mendatangi Komunitas Belajar Along di ruang terbuka hijau (RTH) kawasan flyover Jalan Raya Tomang, Jakarta Barat, yang sebelumnya sempat menarik perhatian publik.
Dalam kunjungan itu, ia memantau kegiatan pembelajaran, berdiskusi dengan para relawan, serta membagikan bantuan seperti buku tulis, alat tulis, tas sekolah, dan susu untuk anak-anak peserta kegiatan.
Kenneth menyampaikan bahwa pendidikan adalah investasi penting bagi masa depan bangsa, sehingga setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar tanpa terhalang latar belakang ekonomi.
"Suasana penuh keakraban dan semangat belajar yang saya lihat hari ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat tumbuh di mana saja selama ada kepedulian, kebersamaan, dan orang-orang yang mau mengabdikan waktunya untuk masa depan anak-anak," kata Kenneth.
Di samping itu, Kenneth memberikan apresiasi kepada para relawan yang mengajar secara sukarela. Selain mengajarkan calistung (membaca, menulis, dan berhitung), para relawan turut membentuk karakter, membendung rasa percaya diri, serta memberikan harapan bagi anak-anak.
"Kepada seluruh relawan, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih. Jangan pernah lelah menebarkan kebaikan. Setiap ilmu yang diberikan, setiap perhatian yang dicurahkan, dan setiap waktu yang didedikasikan akan menjadi bekal berharga bagi masa depan anak-anak dan bangsa ini," tuturnya.
Oleh karena itu, kerja sama berbagai pihak menjadi kunci utama untuk memperbanyak ruang belajar gratis yang mampu memelihara harapan dan membuka peluang masa depan anak-anak.
Komunitas Belajar Along merupakan tempat belajar gratis yang konsisten menggelar aktivitas tiap Minggu sore di area flyover Tomang, Jakarta Barat.
Melalui tayangan video Kompas.com pada 27 Juli 2026, wadah belajar ini memfasilitasi anak-anak prasejahtera yang memerlukan bimbingan belajar tambahan tetapi terkendala biaya les formal.
Kegiatan mengajar tersebut digagas sejak 2009 oleh Uli Zainuddin. Pada awalnya, pendampingan difokuskan bagi anak-anak pemulung di bawah kolong flyover Tomang.
Seiring perkembangan kondisi sekitar, sasaran belajar pun berganti kepada anak-anak di lingkungan setempat yang membutuhkan bimbingan belajar.
Walau sudah bertahan belasan tahun, komunitas ini masih dibayangi berbagai keterbatasan, mulai dari kurangnya tenaga relawan hingga fasilitas belajar yang alakadarnya.
Bila hujan turun, proses mengajar terpaksa dihentikan karena seluruh aktivitas berlangsung di area terbuka. Keterbatasan relawan pengajar pun membuat komunitas ini belum sanggup menampung lebih banyak murid, walaupun permintaan masyarakat akan akses belajar gratis kian tinggi.