Penyaluran Pupuk Subsidi di Jabar Capai 55 Persen Saat Kemarau

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:28:31 WIB
Stok pupuk di gudang PT Pupuk Kujang [FOTO: NET].

JAKARTA- Capaian penyaluran pupuk subsidi di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sampai akhir Juli 2026 sudah menyentuh angka 55 persen dari seluruh total alokasi 2026 sebesar 1.070.997 ton, di tengah penyesuaian musim tanam lantaran imbas musim kemarau.

"Realisasi penyaluran pupuk hingga akhir Juli ini mencapai 589.991 ton atau 55 persen dari total alokasi," kata Vice President Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Cindy Sistyarani saat dihubungi dari Kabupaten Karawang, Rabu (5/8/2026).

Capaian penyaluran pupuk subsidi tersebut meliputi 295.037 ton urea, 292.619 ton NPK Phonska, serta 331 ton pupuk ZA. Sementara itu bagi pupuk organik, tingkat penyalurannya sudah menyentuh 2.004 ton.

Cindy menuturkan, volume distribusi pupuk ini memperlihatkan bahwa pasokan pupuk subsidi terus bergulir demi mencukupi kebutuhan para petani di area Jawa Barat.

Menurutnya, kedatangan musim kemarau memicu terjadinya pergeseran jadwal tanam yang berimbas pada dinamika pola permintaan pupuk di sejumlah wilayah sekitar Provinsi Jawa Barat.

Guna merespons perubahan pola permintaan pupuk tersebut, ia menegaskan bahwa PT Pupuk Indonesia senantiasa memantau proses penebusan lewat i-Pubers, yakni platform digital racikan Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendata, mengelola, sekaligus mengawasi distribusi pupuk bersubsidi bagi petani secara tepat sasaran.

Tak hanya itu, Pupuk Indonesia turut mengawasi ketersediaan stok dan alur distribusi secara real-time memanfaatkan Command Center. Langkah ini ditempuh demi menjamin ketersediaan pupuk senantiasa aman sesuai keperluan petani di area kerja, termasuk Jawa Barat.

Cindy juga menambahkan, Pupuk Indonesia konsisten menjamin pupuk bersubsidi selalu aman sekaligus menjalankan pengawalan alur distribusi baik lewat sistem digital maupun peninjauan lapangan agar pupuk dapat diterima petani penerima hak secara tepat waktu, tepat volume, dan sejalan dengan harga eceran tertinggi (HET).

Pihak Pupuk Indonesia senantiasa memastikan kesiapan stok pupuk demi menyokong pemenuhan kebutuhan para petani sejalan alokasi tahun 2026.

"Kami akan terus memantau perkembangan penebusan, posisi stok, dan distribusi pupuk secara berkala untuk memastikan ketersediaan pupuk tetap terjaga sesuai kebutuhan petani," katanya.

Tags

Terkini