Indeks Kondisi Bisnis Manufaktur Kuartal II 2026 Naik ke Level 52,31

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:14:01 WIB
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa situasi serta prospek bisnis di sektor industri manufaktur mencatatkan peningkatan performa sepanjang triwulan II 2026, di mana komponen aktivitas produksi, tingkat permintaan, hingga ketersediaan stok berada dalam fase ekspansi pada periode ini.

Tren positif tersebut terefleksikan lewat perolehan Indeks Kondisi Bisnis dan Prospek Manufaktur (IKBM) pada triwulan II 2026 yang menyentuh angka 52,31, mengalami kenaikan apabila dikomparasikan dengan posisi triwulan I 2026 yang kala itu bertengger di level 51,37.

"Pada triwulan II 2026, IKBM tercatat sebesar 52,31 yang menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur berada pada fase ekspansi atau zona ekspansi, dan menguat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Secara komponen, komponen produksi, pesanan dan stok mengalami ekspansi," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan bedah komponen pembentuknya, sebagian besar variabel indikator manufaktur konsisten memperlihatkan tren ekspansi. Komponen pesanan melonjak dari posisi 52,69 pada triwulan I 2026 menjadi 53,78 pada triwulan II 2026.

Di samping itu, komponen produksi turut mendulang kenaikan signifikan dari angka semula 51,78 meroket ke level 54,21. Sementara itu, komponen stok ikut merangkak naik dari 51,54 menjadi 51,86.

Kendati demikian, pihak BPS mencatat masih ada dua komponen yang tertahan dalam fase kontraksi, yakni komponen tenaga kerja yang berada di angka 49,92 pada triwulan II 2026, serta komponen waktu kirim yang tercatat pada level 49,71.

Sebelumnya, pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sempat mengumumkan bahwa performa sektor manufaktur Indonesia pada Juli 2026 kembali menanjak, setelah sempat menemui kendala tekanan pada aspek produksi maupun permintaan pasar.

Kenaikan tersebut terekam jelas dari pergerakan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) periode Juli 2026 yang sukses merangsek ke level 53,10, atau bertambah sebanyak 0,20 poin jika disandingkan dengan catatan bulan sebelumnya yang berada di posisi 52,90.

"Hal ini mencerminkan ketahanan sektor industri di tengah berbagai tantangan global sekaligus menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menjelang akhir Juli 2026, tercatat sebanyak 22 dari total 23 subsektor industri pengolahan telah sukses menduduki zona ekspansi dengan besaran kontribusi menyentuh angka 98,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor nonmigas.

Bila ditilik dari variabel pembentuk IKI, komponen pesanan permintaan baru mengalami lonjakan sebesar 0,45 poin hingga bertengger di angka 53,80, di mana kenaikan tersebut utamanya dipicu oleh menguatnya tingkat penyerapan permintaan pasar domestik terhadap berbagai produk manufaktur dalam negeri.

Tags

Terkini