AICIS+ 2026 Fokus Riset Empiris dan Dampak Pembangunan Nasional

Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:13:31 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) bakal kembali merilis agenda tahunan Annual International Conference on Islamic Science and Society (AICIS+) 2026 yang berfokus pada riset empiris serta memberikan dampak nyata buat pembangunan nasional.

“Sudah saatnya AICIS+ bergeser dari kajian yang dominan teoritis menuju kajian yang lebih empiris, aplikatif, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta pembangunan nasional,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di Jakarta, Rabu (5/8/2026)

Suyitno menyebutkan ada dua kata kunci utama yang menjadi fondasi pelaksanaan AICIS+ 2026 yang rencananya berlangsung di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut.

Pertama, keberlanjutan (sustainability) sebagai bentuk kontinuitas dari perhelatan AICIS+ edisi sebelumnya. Kedua, menjamin setiap agenda dan topik yang diusung sanggup menjawab program prioritas Pemerintah.

Suyitno menggarisbawahi krusialnya penguatan studi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang diselaraskan dengan kajian keislaman.

Metode ini diharapkan bisa mempererat relasi antara temuan riset yang diproduksi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) maupun madrasah dengan keperluan pembangunan nasional.

Di samping STEM, beberapa topik strategis yang bakal disoroti dalam AICIS+ 2026 meliputi bidang kesehatan, hilirisasi hasil riset, transformasi digital, hingga beragam pembahasan turunan dari AICIS+ 2025 yang belum tuntas terjawab.

Suyitno pun menginfokan pentingnya mengukur kontribusi konkret AICIS+ terhadap pembangunan nasional.

Oleh sebab itu, ajang konferensi internasional ini diharapkan tak cuma melahirkan publikasi ilmiah semata, melainkan turut menelurkan rekomendasi kebijakan serta inovasi yang sanggup diterapkan secara luas.

“Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi, Kementerian Agama juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi umum (PTU) dalam AICIS+ 2026. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui tema-tema khusus yang relevan dengan pengembangan keilmuan di PTKI sehingga terjadi dialog lintas disiplin yang lebih kuat,” kata dia.

Dirjen berharap AICIS+ 2026 kian memperkokoh kedudukannya sebagai forum ilmiah internasional yang sanggup menyatukan sudut pandang keislaman dengan kemajuan sains, teknologi, serta tuntutan pembangunan Indonesia, sekaligus mencetak rekomendasi yang berdampak bagi masyarakat.

Tags

Terkini