JAKARTA - Taylor Fritz sukses menghentikan dahaga gelar usai menumbangkan petenis muda asal Spanyol, Rafael Jodar, dengan skor 7-6(2), 6-4 pada partai puncak Mubadala DC Open demi mengunci trofi ATP 500 Washington, Selasa (4/8/2026).
"Saya sudah beberapa kali menyampaikan pidato seperti ini sebagai runner-up, jadi menyenangkan bisa berpidato sebagai juara," kata Fritz seperti dikutip dari ATP.
Kemenangan ini menjadi raihan gelar ATP Tour ke-11 sepanjang karier profesional Fritz, sekaligus trofi pertamanya di turnamen tingkat ATP 500 atau lebih tinggi sejak ia menjuarai ATP 500 Tokyo pada tahun 2022.
Sebelumnya, petenis berumur 28 tahun tersebut harus puas berstatus sebagai runner-up di tiga laga final musim ini, yaitu ajang ATP 500 Dallas, ATP 250 Stuttgart, dan ATP 500 Halle.
Pertandingan final yang awalnya dijadwalkan bergulir Minggu malam (2/8/2026) waktu setempat sempat terhalang akibat guyuran hujan. Kendati demikian, penundaan jadwal itu sama sekali tidak melunturkan fokus Fritz yang bermain sangat solid saat meladeni Jodar.
Di set pertama, Fritz berlaga lebih efektif dengan mengeksploitasi sederet kekeliruan yang dilakukan oleh Jodar.
Memasuki set kedua, Fritz langsung melesat memimpin 3-0 dan terus mempertahankan tekanan hingga laga usai.
Jodar sempat memberikan perlawanan sengit pada gim pamungkas, tetapi Fritz sanggup menyelamatkan satu break point sebelum mengunci kemenangan manis pada match point kelima usai bertanding selama satu jam 49 menit.
Seusai memastikan gelar juara di tangannya, Fritz menjatuhkan diri ke lapangan sebelum akhirnya bangkit dan merayakan selebrasi kemenangan bersama para pendukung tuan rumah.
"Terima kasih kepada tim saya atas semua yang telah dilakukan," ujar Fritz.
Dalam deretan langkahnya menuju tangga juara, Fritz berhasil menyingkirkan Zizou Bergs serta Kamil Majchrzak, lalu membalikkan keadaan dengan menyelamatkan satu match point tatkala berhadapan dengan Alex Michelsen di babak perempat final, hingga menundukkan Brandon Nakashima lewat pertarungan tiga set di babak semifinal.
Torehan ini membawa Fritz naik dua tangga ke urutan delapan dalam daftar ATP Live Rankings, dan selanjutnya ia dijadwalkan berlaga di ajang ATP Masters 1000 Montreal.
Di sisi lain, Jodar yang menyuguhkan performa impresif meski baru menginjak usia 19 tahun, sukses menembus jajaran 20 besar dunia untuk kali pertama.
Laga final ini menjadi partai puncak tingkat tur kedua bagi Jodar setelah sebelumnya berhasil mengamankan gelar ATP pertamanya di Marrakesh pada bulan April. Hasil apik di Washington ini turut melambungkan posisinya ke urutan ke-11 dalam klasemen ATP Live Race to Turin.
Atas pencapaian tersebut, Fritz turut melayangkan pujian bagi Jodar. "Anda masih sangat muda dan akan terus berkembang," ujar Fritz.