Awas, Mastitis Tanpa Penanganan Tepat Berisiko Abses Payudara

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:23:01 WIB
Waspada Abses Payudara Akibat Penanganan Mastitis yang Terlambat [FOTO: NET].

JAKARTA — Mastitis tergolong sebagai salah satu gangguan yang acapkali menimpa ibu menyusui, terkhusus pada periode awal masa menyusui. Peradangan pada area payudara ini dapat memicu rasa nyeri, kemerahan, hingga demam. 

Apabila tidak ditangani secara tepat, mastitis berpotensi memburuk menjadi gangguan yang lebih serius, yakni abses payudara.

Keterangan tersebut disampaikan oleh dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC dari RS Pondok Indah saat sesi edukasi bersama insan pers dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week 2026, Selasa (4/8/2026), yang turut dihadiri Kompas.com.

Dari Payudara Penuh Hingga Mastitis

Menurut paparan dr. Anastasia, abses payudara tidak terjadi secara mendadak. Kondisi ini merupakan muara dari rentetan masalah yang berawal dari payudara penuh yang tidak kunjung dikosongkan.

"Kalau dia penuh, lalu pada saat pompa atau menyusui tidak bisa dikeluarkan atau menjadi sedikit, baru kami curiga adanya clogging," jelasnya.

Faktor yang Mempercepat Perburukan

Ia menyebutkan sederet faktor yang memperbesar risiko kondisi ini berkembang menjadi mastitis, mulai dari teknik posisi menyusui yang kurang pas, jadwal pengosongan payudara yang terlewati, hingga kontaminasi bakteri yang menginfeksi lewat luka lecet pada puting.

"Kalau ada lecet di puting payudaranya, di sekitar payudara itu ada lecet, pada saat bayi menyusui, bakterinya masuk. Nah, jadi itu memang salah satu risiko dari mastitis," ungkap dr. Anastasia.

Gejala yang Menandai Mastitis Sudah Memburuk

Tanda awal mastitis umumnya dicirikan oleh ruam kemerahan, rasa nyeri, dan demam pada satu bagian payudara. Meski begitu, dr. Anastasia mewanti-wanti adanya gejala spesifik yang wajib diwaspadai bilamana kondisi tak kunjung membaik usai penanganan awal.

"Kalau dilihat setelah dilakukan penanganan yang saya sebutkan sebelumnya, 24 sampai 48 jam setelahnya tidak membaik, malah terjadi benjolan yang lebih besar yang jika ditekan kok seperti ada cairan dan lebih nyeri lagi, kami baru curiga ke arah abses," jelasnya.

Kapan Harus USG?

Guna mengonfirmasi diagnosis, prosedur pemeriksaan medis lanjutan berupa USG umumnya diperlukan apabila kondisi pasien tidak membaik pascapemberian antibiotik.

"Ada dua kemungkinan, dengan antibiotik ganti, adakah perubahan perbaikan, kalau tidak ada, mungkin harus dirujuk ke spesialis bedah, di-USG, apakah hanya peradangan biasa atau memang ke arah abses," terangnya.

Penanganan Abses Payudara

Seandainya hasil penanganan mengarah pada indikasi abses yang tergolong berat, tindakan medis lanjutan tidak dapat dihindari.

"Kalau memang ke arah abses yang cukup berat, perlu diinsisi dan didrainase. Jadi dikeluarkan cairan yang menumpuk yang curiganya sudah menjadi nanah. Baru kami sebut itu abses," paparnya.

dr. Anastasia menegaskan bahwa fase ini sebenarnya dapat dicegah sedari awal asalkan penanganan terhadap gejala mastitis dilakukan sejak dini.

"Jadi benar kalau mastitis tidak ditangani sesegera mungkin, bisa ke arah menjadi abses," tegasnya.

Kesalahan yang Justru Mempercepat Perburukan

Di samping keterlambatan penanganan, dr. Anastasia membeberkan beberapa kekeliruan kebiasaan yang justru memicu perburukan mastitis menjadi kian parah.

"Biasanya yang memburuk jika pada saat mastitis, payudara dipijit terlalu keras. Jadi dipaksa keluar. Nah, pijatan yang terlalu keras itu justru dia akan merusak jaringan, malah menambah kerusakan," jelasnya.

Langkah menambah frekuensi memompa ASI dengan harapan mempercepat pemulihan pun rupanya bisa mendatangkan dampak sebaliknya.

"Makin tambah pompanya, dia akan mencoba menaikkan suplai, tapi sedangkan lagi radang. Nah itu malah jadi makin gampang mastitis juga," ungkap dr. Anastasia.

Jangan Tunda Mencari Bantuan

Ia turut mengingatkan bahwa kebiasaan merawat mastitis sendirian di rumah tanpa berkonsultasi kepada tenaga profesional menjadi salah satu pemicu utama kondisi berkembang kian parah.

"Enggak secepat mungkin mencari bantuan, yaitu mencari tenaga ahli untuk menangani mastitisnya. Jadi berusaha kompres sendiri di rumah, makin hangat makin radang," jelasnya.

Sebagai bentuk tindakan pencegahan utama, dr. Anastasia menekankan pentingnya untuk tidak menunda konsultasi medis begitu gejala mastitis mulai tampak, supaya tidak sampai memburuk menjadi abses.

"Kalau sudah muncul ada gejala di payudaranya, seperti ada merah, ada nyeri, produksi turun, segera mungkin langsung ke dokter untuk periksa," pungkasnya.

Tags

Terkini