Pangsa Pasar NEV Diproyeksikan Capai 31,7 Persen Penjualan Mobil 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:18:32 WIB
Ekonom Proyeksikan Pangsa NEV Capai 31,7 Persen Penjualan Mobil 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk memprediksikan pangsa kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) menyentuh 31,7 persen dari total penjualan mobil secara grosir pada 2026.

Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengestimasi penjualan NEV dari pabrik ke diler (wholesales) sanggup mencapai sekitar 261.248 unit pada tahun ini serta menjadi motor utama pertumbuhan industri otomotif pada semester II 2026.

“Adopsi NEV diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan grosir pada semester II 2026,” kata Irman berdasarkan kajian Indonesia Market Color yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut ia, meningkatnya pemanfaatan NEV ditopang oleh biaya operasional yang lebih hemat, ketersediaan pilihan model yang makin bervariasi, serta dorongan konsumen guna menekan ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil.

"Harga bahan bakar yang relatif tinggi turut membuat konsumen mempertimbangkan kendaraan dengan biaya penggunaan harian yang lebih rendah, terutama untuk mobilitas perkotaan," ujarnya.

Ekonom Bank Danamon mendokumentasikan terdapat 26 model kendaraan roda empat baru yang diluncurkan pada Juli 2026 sehingga total peluncuran sepanjang Januari–Juli menyentuh 50 model.

Sebanyak 78 persen dari peluncuran model pada Juli merupakan kendaraan energi baru. Kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) mendominasi porsi 52 persen dari keseluruhan model yang diperkenalkan pada bulan tersebut.

Mayoritas BEV yang diluncurkan berada pada kisaran harga Rp300 juta hingga Rp500 juta dan membidik konsumen kelas menengah perkotaan.

Selain BEV, produsen otomotif turut menghadirkan kendaraan hibrida plug-in (PHEV) serta kendaraan listrik dengan teknologi penambah jarak tempuh (REEV), yang dipandang mampu menjawab kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh perjalanan.

"Diperkirakan pertumbuhan BEV akan lebih kuat di wilayah Jakarta dan sekitarnya karena dukungan infrastruktur pengisian daya dan kebijakan yang lebih berkembang," tutur dia.

Sementara itu, lanjut Irman, PHEV dan REEV diproyeksikan makin diminati konsumen perkotaan di luar Jakarta lantaran menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Data registrasi kendaraan yang diolah Ekonom Bank Danamon dalam kajian memperlihatkan pendaftaran mobil baru pada Juli 2026 menyentuh 76.412 unit atau tumbuh 9,8 persen secara tahunan.

Registrasi sepeda motor baru pada periode yang sama menembus 571.544 unit atau naik 5,1 persen secara tahunan.

"Meski tetap tumbuh, perlambatan laju registrasi menunjukkan permintaan kendaraan masih menghadapi tekanan," ungkapnya.

Dari sisi kebijakan, pemerintah mengucurkan insentif perpajakan terkait NEV senilai Rp4,2 triliun pada 2025, mengacu Laporan Keuangan Pemerintah Pusat yang telah diaudit. Dari total tersebut, sekitar Rp3,9 triliun dialokasikan untuk BEV.

Dukungan insentif, penambahan opsi kendaraan, serta persaingan harga berhasil mendongkrak pangsa pasar NEV dari 12,1 persen pada 2024 menjadi 21,9 persen pada 2025.

Namun, ekonom Bank Danamon menilai penggenjotan insentif mesti diimbangi penguatan keterjangkauan harga, ketersediaan sarana pengisian daya, serta keberagaman model supaya pertumbuhan pasar kendaraan energi baru sanggup berlangsung secara berkelanjutan.

Tags

Terkini