Bank Jatim (BJTM) Raih Laba Rp1,2 Triliun di Semester I/2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:18:31 WIB
Laba Bank Jatim Melesat 53,5% Jadi Rp1,2 Triliun di Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim membukukan laba bersih tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp1,24 triliun sepanjang semester I/2026, melonjak 53,5% yoy dari posisi Rp811,11 miliar.

Merujuk pada laporan keuangan yang diterbitkan Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (30/7/2026), secara bank only, Bank Jatim meraup laba bersih tahun berjalan mencapai Rp708,43 miliar, terkerek 0,7% yoy bila dibandingkan periode semester I/2025 sebesar Rp703,19 miliar.

Perolehan laba Bank Jatim tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih serta pelbagai pos pendapatan operasional.

Secara konsolidasi, pendapatan bunga tercatat sebesar Rp6,61 triliun, meningkat 36,5% yoy dari periode semester I/2025 yang senilai Rp4,84 triliun.

Secara bank only, perolehan pendapatan bunga Bank Jatim terdata sebesar Rp3,93 triliun, terkoreksi 5,9% yoy dari posisi sebelumnya yakni Rp4,17 triliun.

Di sisi lain, beban bunga menyentuh angka Rp1,95 triliun, terangkat 29,7% yoy dari semula Rp1,50 triliun.

Dengan perincian tersebut, pendapatan bunga bersih Bank Jatim secara konsolidasian berada pada level Rp4,66 triliun, tumbuh 39,0% yoy bila dibandingkan dengan periode sebelumnya senilai Rp3,34 triliun.

Pada pos pendapatan operasional lainnya, perseroan mencatatkan lonjakan sebesar 38,9% yoy menjadi Rp1,49 triliun dari semula Rp1,07 triliun.

Pertumbuhan itu dipicu oleh peningkatan pendapatan komisi/provisi dan administrasi yang menembus Rp515,74 miliar, bertumbuh 43,4% yoy dibanding sebelumnya Rp359,66 miliar.

 Selain itu, pendapatan lainnya terbilang sebesar Rp318,32 miliar, melesat 63,3% yoy dari posisi terdahulu Rp194,94 miliar.

Sementara itu, pendapatan dividen dibukukan sebesar Rp9,67 miliar, setelah pada kurun waktu yang sama tahun lalu belum memperoleh catatan pada pos tersebut.

Adapun keseluruhan aset konsolidasian Bank Jatim tercatat menembus Rp162,06 triliun per 30 Juni 2026.

Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian berada di kisaran Rp96,01 triliun.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian mencapai Rp120,42 triliun hingga akhir semester I/2026.

Mengenai kualitas aset, rasio non-performing loan (NPL) gross bergerak naik ke level 4,38% dari sebelumnya 4,15%, sedangkan NPL net terkerek ke posisi 2,45% dari 1,98%.

Di lain pihak, rasio kecukupan modal (KPMM) konsolidasian bertahan di level 27,59%, mengalami penguatan dibanding capaian tahun sebelumnya yang sebesar 24,25%.

Adapun indikator profitabilitas mencatat rasio return on asset (ROA) naik menuju 1,80% dari sebelumnya 1,77%, sementara net interest margin (NIM) melandai ke angka 5,90% dari 6,15%.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) terdata naik menjadi 91,24% dari posisi terdahulu sebesar 85%.

Terkini