Wamen Nezar: Humas Harus Adopsi AI Berlandaskan Standar Etik

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:59:31 WIB
Wamenkomdigi Tekankan Pentingnya Etika Humas di Tengah Era AI [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menggarisbawahi krusialnya profesi hubungan masyarakat (Humas) menerapkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dengan tetap bersandar pada standar etik di tengah pergeseran lanskap komunikasi publik yang kian rumit.

Pernyataan tersebut diutarakan Nezar kepada Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) kala membuka acara Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di Heritage Center, Jakarta, Sabtu, yang menjadi rangkaian menuju perhelatan Konvensi Humas Indonesia pada 17-18 Oktober 2026 di Surakarta (Solo).

"Karena itu saya kira humas punya tantangan yang besar bagaimana mengadopsi teknologi AI ini sesuai dengan standar etik, dan juga memberikan kontribusi semacam praktik baik dalam mengelola pekerjaan komunikasi publik berdasarkan standar etik," kata Nezar.

Menurut dia, Kementerian Komunikasi dan Digital menyambut positif serta menyokong pelaksanaan Konvensi Humas Indonesia 2026. 

Ia pun memacu Perhumas buat menjadikan forum itu sebagai wadah mendiskusikan isu-isu kontemporer, terkhusus hubungan profesi humas dengan kemajuan teknologi mutakhir layaknya AI.

Nezar menuturkan AI saat ini kian biasa diaplikasikan dalam tugas komunikasi publik. Di lain sisi, piranti itu pun dieksploitasi untuk memproduksi disinformasi, misinformasi, serta aneka ragam penyimpangan informasi.

Ia memandang keadaan ini menjadikan fungsi humas kian vital di tengah konstelasi komunikasi yang dicirikan oleh samarnya sekat antara fakta dan fiksi serta ancaman misinformasi yang tiba kepada publik.

"Peran humas menjadi sangat penting ketika noise yang begitu besar dalam lanskap komunikasi kami pada hari ini, dan juga disinformasi, misinformasi, fitnah, ujaran kebencian itu begitu deras, hadir lewat gawai yang kami punya," imbuhnya.

Pada momentum yang sama, Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto menyampaikan Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 menjadi fase mula demi mengokohkan masa depan profesi humas dan komunikasi di Indonesia di tengah transformasi yang bergulir kian kilat.

"Di era yang penuh perubahan yang begitu cepat, AI, informasi yang juga bergerak tanpa batas, disinformasi menyebar semakin masif, reputasi yang dibangun bertahun-tahun bisa berubah hanya dalam hitungan menit. Dan di tengah semua itu, kepercayaan menjadi sesuatu yang semakin mahal nilainya, di sini lah peran humas menjadi semakin strategis," ujar Boy.

Ia mengimbuhkan tema "Humas sebagai Daya Bangsa, Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Bangsa" dipilah lantaran humas tidak lagi sekadar berfungsi selaku penyalur informasi, melainkan menjelma pengawal kepercayaan sekaligus perantara antara institusi dan publik.

Adapun Konvensi Humas Indonesia 2026 yang digelar Perhumas memakai tema "Humas sebagai Daya Bangsa, Menenun Kepercayaan, Menggerakan Bangsa (A Festival Trust and Influence)" sebagai wadah kolaboratif yang menghimpun praktisi, akademisi, media, pemangku kepentingan, dan generasi muda demi mempertebal kepercayaan sebagai modal kemajuan bangsa.

Terkini